Skip to content
Volcanic eruptions

Sehari 5 kali erupsi, Gunung Semeru semburkan abu 400 meter

Waktu baca 2 menit
Foto erupsi Gunung Semeru, 2 November 2026 pukul 19.37 WIB. (Foto: PVMBG/Mitigasi.com)
Foto erupsi Gunung Semeru, 2 November 2026 pukul 19.37 WIB. (Foto: PVMBG/Mitigasi.com)

Surabaya (Mitigasi.com) - Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Malang, Jawa Timur, erupsi pada Senin (2/11) malam pukul 19.37 WIB, berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Semeru yang dirilis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi.

Kolom abu membubung sekitar 400 meter dari puncak atau sekitar 4.076 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dan berintensitas sedang itu mengarah ke barat daya.

Seismogram di pos pengamatan merekam letusan itu dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sekitar 110 detik. Laporan disusun oleh petugas pengamat Liswanto, A.P..

Baca juga: Gunung Semeru erupsi 4 kali dalam sehari, abu capai 600 meter

Erupsi ini merupakan yang ke-5 pada 2 November 2026, dengan total 33 kali erupsi dalam tujuh hari terakhir, menurut data MAGMA Indonesia yang dihimpun Mitigasi.com.

Saat ini Gunung Semeru berstatus Level III (Siaga).

Dalam rekomendasinya, PVMBG menyampaikan tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

Tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Mitigasi.com mengimbau masyarakat menyiapkan masker dan pelindung mata bila terjadi hujan abu, serta hanya mengikuti informasi dari Badan Geologi, BPBD, dan pemerintah daerah setempat.

Pantau aktivitas gunung api
Author: Mitigasi.com Newsroom
Data source: PVMBG Badan Geologi

For media

Rilis ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan menyebut Mitigasi.com sebagai sumber dan menautkan ke halaman ini. Angka diambil dari data resmi PVMBG Badan Geologi; periksa pembaruan terakhir di halaman data sebelum terbit. Kontak redaksi: [email protected].