Gunung Karangetang kembali meletus, semburkan abu 1.000 meter di atas puncak
Manado (Mitigasi.com) - Erupsi kembali terjadi di Gunung Karangetang, Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, pada Sabtu (7/11) sore pukul 17.34 WITA, sebagaimana dilaporkan Pos Pengamatan Gunung Karangetang kepada Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Kolom abu membubung sekitar 1.000 meter dari puncak atau sekitar 2.784 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dan berintensitas tebal itu mengarah ke barat daya.
Data MAGMA Indonesia yang dihimpun Mitigasi.com mencatat lima kali erupsi Gunung Karangetang dalam tujuh hari terakhir.
Baca juga: Peringatan Waspada: hujan lebat disertai petir berpotensi landa 3 kecamatan di Sulawesi Utara
Gunung Karangetang masih berada pada status Level II (Waspada).
Dalam rekomendasinya, PVMBG menyampaikan (1) Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak mendekati, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 1.5 km dari puncak Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (selatan) serta area perluasan sektoral ke arah selatan barat daya sejauh 2.5 km. (2) Mewaspadai guguran lava dan awan panas guguran yang dapat terjadi sewaktu-waktu dari penumpukan material lava sebelumnya karena kondisinya belum stabil dan mudah runtuh, terutama kesektor selatan, tenggara, barat dan barat daya. (3) Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai.
Mitigasi.com mengimbau masyarakat menyiapkan masker dan pelindung mata bila terjadi hujan abu, serta hanya mengikuti informasi dari Badan Geologi, BPBD, dan pemerintah daerah setempat.
For media
Rilis ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan menyebut Mitigasi.com sebagai sumber dan menautkan ke halaman ini. Angka diambil dari data resmi PVMBG Badan Geologi; periksa pembaruan terakhir di halaman data sebelum terbit. Kontak redaksi: [email protected].