Skip to content
Volcanic eruptions

Gunung Ili Lewotolok erupsi, kolom abu setinggi 200 meter

Waktu baca 2 menit Updated 00:44 WITA
Foto erupsi Gunung Ili Lewotolok, 3 November 2026 pukul 23.40 WITA. (Foto: PVMBG/Mitigasi.com)
Foto erupsi Gunung Ili Lewotolok, 3 November 2026 pukul 23.40 WITA. (Foto: PVMBG/Mitigasi.com)

Kupang (Mitigasi.com) - Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, erupsi pada Selasa (3/11) malam pukul 23.40 WITA, berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Ili Lewotolok yang dirilis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi.

Kolom abu membubung sekitar 200 meter dari puncak atau sekitar 1.623 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dan berintensitas sedang itu mengarah ke barat dan barat laut.

Letusan tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi sekitar 35 detik. Laporan disusun oleh petugas pengamat Stanislaus Ara Kian, A.Md..

Baca juga: Erupsi Gunung Ili Lewotolok lontarkan kolom abu 200 meter

Erupsi ini merupakan yang ke-2 pada 3 November 2026, dengan total tiga kali erupsi dalam tujuh hari terakhir, menurut data MAGMA Indonesia yang dihimpun Mitigasi.com.

Saat ini Gunung Ili Lewotolok berstatus Level II (Waspada).

Dalam rekomendasinya, PVMBG menyampaikan masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 km dan 3 km sektor selatan dan tenggara dari pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok.

Mewaspadai potensi ancaman bahaya guguran/longsoran lava dan awan panas pada sektor selatan dan tenggara, sektor barat, serta sektor timur laut Gunung Ili Lewotolok.

Masyarakat yang berada di sekitar Gunung Ili Lewotolok diimbau menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit serta menghindari gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan Iainnya, serta menutup tempat penampungan air bersih agar terhindar dari paparan abu vulkanik.

Mitigasi.com mengimbau masyarakat menyiapkan masker dan pelindung mata bila terjadi hujan abu, serta hanya mengikuti informasi dari Badan Geologi, BPBD, dan pemerintah daerah setempat.

Pantau aktivitas gunung api
Author: Mitigasi.com Newsroom
Data source: PVMBG Badan Geologi

For media

Rilis ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan menyebut Mitigasi.com sebagai sumber dan menautkan ke halaman ini. Angka diambil dari data resmi PVMBG Badan Geologi; periksa pembaruan terakhir di halaman data sebelum terbit. Kontak redaksi: [email protected].