Erupsi Gunung Ili Lewotolok lontarkan kolom abu 200 meter
Kupang (Mitigasi.com) - Erupsi kembali terjadi di Gunung Ili Lewotolok, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, pada Selasa (3/11) malam pukul 23.17 WITA, sebagaimana dilaporkan Pos Pengamatan Gunung Ili Lewotolok kepada Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Tinggi kolom abu teramati sekitar 200 meter di atas puncak atau sekitar 1.623 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dan berintensitas sedang itu mengarah ke barat dan barat laut.
Letusan tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi sekitar 48 detik. Laporan disusun oleh petugas pengamat Stanislaus Ara Kian, A.Md..
Baca juga: Gunung Ili Lewotolok erupsi, kolom abu setinggi 200 meter
Data MAGMA Indonesia yang dihimpun Mitigasi.com mencatat dua kali erupsi Gunung Ili Lewotolok dalam tujuh hari terakhir.
Saat ini Gunung Ili Lewotolok berstatus Level II (Waspada).
Rekomendasi PVMBG menyebutkan, masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 km dan 3 km sektor selatan dan tenggara dari pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok.
Mewaspadai potensi ancaman bahaya guguran/longsoran lava dan awan panas pada sektor selatan dan tenggara, sektor barat, serta sektor timur laut Gunung Ili Lewotolok.
Masyarakat yang berada di sekitar Gunung Ili Lewotolok diimbau menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit serta menghindari gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan Iainnya, serta menutup tempat penampungan air bersih agar terhindar dari paparan abu vulkanik.
Mitigasi.com mengimbau masyarakat menyiapkan masker dan pelindung mata bila terjadi hujan abu, serta hanya mengikuti informasi dari Badan Geologi, BPBD, dan pemerintah daerah setempat.
For media
Rilis ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan menyebut Mitigasi.com sebagai sumber dan menautkan ke halaman ini. Angka diambil dari data resmi PVMBG Badan Geologi; periksa pembaruan terakhir di halaman data sebelum terbit. Kontak redaksi: [email protected].