Gunung Dukono erupsi 3 kali dalam sehari, abu capai 400 meter
Ternate (Mitigasi.com) - Erupsi kembali terjadi di Gunung Dukono, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, pada Senin (2/11) siang pukul 13.38 WIT, sebagaimana dilaporkan Pos Pengamatan Gunung Dukono kepada Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Kolom abu membubung sekitar 400 meter dari puncak atau sekitar 1.487 meter di atas permukaan laut. Abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal, condong ke arah barat laut.
Letusan tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 34 mm dan durasi sekitar 38,6 detik. Laporan disusun oleh petugas pengamat Bambang Sugiono.
Baca juga: Gunung Ibu kembali erupsi
Hingga erupsi ini, Gunung Dukono sudah tiga kali erupsi pada 2 November 2026. Sepanjang tujuh hari terakhir tercatat delapan kali erupsi, menurut data MAGMA Indonesia yang dihimpun Mitigasi.com.
Gunung Dukono masih berada pada status Level II (Waspada).
Dalam rekomendasinya, PVMBG menyampaikan (1)Masyarakat di sekitar Gunung Dukono dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 4 km. (2)Mengingat letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area landaan abunya tidak tetap, maka direkomendasikan agar masyarakat di sekitar Gunung Dukono untuk selalu menyediakan masker/penutup hidung dan mulut untuk digunakan pada saat dibutuhkan guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.
Warga di sekitar gunung diingatkan untuk menyiapkan masker dan pelindung mata, menutup sumber air terbuka bila hujan abu turun, dan hanya mengikuti arahan resmi dari Badan Geologi serta BPBD.
For media
Rilis ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan menyebut Mitigasi.com sebagai sumber dan menautkan ke halaman ini. Angka diambil dari data resmi PVMBG Badan Geologi; periksa pembaruan terakhir di halaman data sebelum terbit. Kontak redaksi: [email protected].