Erupsi Gunung Semeru lontarkan kolom abu 300 meter
Surabaya (Mitigasi.com) - Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Malang, Jawa Timur, erupsi pada Minggu (8/11) dini hari pukul 04.46 WIB, berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Semeru yang dirilis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi.
Tinggi kolom abu teramati sekitar 300 meter di atas puncak atau sekitar 3.976 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna kelabu dan berintensitas tebal itu mengarah ke barat daya.
Seismogram di pos pengamatan merekam letusan itu dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi sekitar 144 detik. Laporan disusun oleh petugas pengamat Sigit Rian Alfian.
Baca juga: Gunung Semeru kembali erupsi
Data MAGMA Indonesia yang dihimpun Mitigasi.com mencatat 38 kali erupsi Gunung Semeru dalam tujuh hari terakhir.
Saat ini Gunung Semeru berstatus Level III (Siaga).
Rekomendasi PVMBG menyebutkan, tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
Tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
Mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
Mitigasi.com mengimbau masyarakat menyiapkan masker dan pelindung mata bila terjadi hujan abu, serta hanya mengikuti informasi dari Badan Geologi, BPBD, dan pemerintah daerah setempat.
For media
Rilis ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan menyebut Mitigasi.com sebagai sumber dan menautkan ke halaman ini. Angka diambil dari data resmi PVMBG Badan Geologi; periksa pembaruan terakhir di halaman data sebelum terbit. Kontak redaksi: [email protected].