Erupsi Gunung Dukono lontarkan kolom abu 1.000 meter
Ternate (Mitigasi.com) - Pos Pengamatan Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara melaporkan terjadinya erupsi pada Sabtu (7/11) siang pukul 12.26 WIT, menurut informasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi.
Kolom abu membubung sekitar 1.000 meter dari puncak atau sekitar 2.087 meter di atas permukaan laut. Abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal, condong ke arah tenggara.
Seismogram di pos pengamatan merekam letusan itu dengan amplitudo maksimum 24 mm dan durasi sekitar 38,2 detik. Laporan disusun oleh petugas pengamat Bambang Sugiono.
Baca juga: Erupsi Gunung Ibu lontarkan kolom abu 400 meter
Hingga erupsi ini, Gunung Dukono sudah dua kali erupsi pada 7 November 2026. Sepanjang tujuh hari terakhir tercatat delapan kali erupsi, menurut data MAGMA Indonesia yang dihimpun Mitigasi.com.
Gunung Dukono masih berada pada status Level II (Waspada).
Dalam rekomendasinya, PVMBG menyampaikan (1)Masyarakat di sekitar Gunung Dukono dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 4 km. (2)Mengingat letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area landaan abunya tidak tetap, maka direkomendasikan agar masyarakat di sekitar Gunung Dukono untuk selalu menyediakan masker/penutup hidung dan mulut untuk digunakan pada saat dibutuhkan guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.
Warga di sekitar gunung diingatkan untuk menyiapkan masker dan pelindung mata, menutup sumber air terbuka bila hujan abu turun, dan hanya mengikuti arahan resmi dari Badan Geologi serta BPBD.
For media
Rilis ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan menyebut Mitigasi.com sebagai sumber dan menautkan ke halaman ini. Angka diambil dari data resmi PVMBG Badan Geologi; periksa pembaruan terakhir di halaman data sebelum terbit. Kontak redaksi: [email protected].