Skip to content
Volcanic eruptions

Sehari 3 kali erupsi, Gunung Ibu semburkan abu 300 meter

Waktu baca 1 menit
Foto erupsi Gunung Ibu, 1 November 2026 pukul 09.51 WIT. (Foto: PVMBG/Mitigasi.com)
Foto erupsi Gunung Ibu, 1 November 2026 pukul 09.51 WIT. (Foto: PVMBG/Mitigasi.com)

Ternate (Mitigasi.com) - Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, erupsi pada Minggu (1/11) pagi pukul 09.51 WIT, berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Ibu yang dirilis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi.

Tinggi kolom abu teramati sekitar 300 meter di atas puncak atau sekitar 1.625 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna kelabu dan berintensitas sedang itu mengarah ke barat.

Seismogram di pos pengamatan merekam letusan itu dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi sekitar 48 detik. Laporan disusun oleh petugas pengamat Muhammad Hafizh Naufal As-shiddiq.

Baca juga: Sehari 4 kali erupsi, Gunung Ibu semburkan abu 300 meter

Erupsi ini merupakan yang ke-3 pada 1 November 2026, dengan total 59 kali erupsi dalam tujuh hari terakhir, menurut data MAGMA Indonesia yang dihimpun Mitigasi.com.

Saat ini Gunung Ibu berstatus Level II (Waspada).

Rekomendasi PVMBG menyebutkan, masyarakat di sekitar Gunung Ibu dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 2 km dan perluasan sektoral berjarak 3.5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif Gunung Ibu.

Jika terjadi hujan abu, masyarakat yang beraktivitas di luar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung hidung, mulut (masker) dan mata (kacamata).

Mitigasi.com mengimbau masyarakat menyiapkan masker dan pelindung mata bila terjadi hujan abu, serta hanya mengikuti informasi dari Badan Geologi, BPBD, dan pemerintah daerah setempat.

Pantau aktivitas gunung api
Author: Mitigasi.com Newsroom
Data source: PVMBG Badan Geologi

For media

Rilis ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan menyebut Mitigasi.com sebagai sumber dan menautkan ke halaman ini. Angka diambil dari data resmi PVMBG Badan Geologi; periksa pembaruan terakhir di halaman data sebelum terbit. Kontak redaksi: [email protected].