Gunung Marapi erupsi
Padang (Mitigasi.com) - Pos Pengamatan Gunung Marapi di Kabupaten Agam, Tanah Datar, Sumatera Barat melaporkan terjadinya erupsi pada Senin (26/10) malam pukul 22.26 WIB, menurut informasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi.
Tinggi kolom abu tidak teramati.
Letusan tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 5 mm dan durasi sekitar 18 detik. Laporan disusun oleh petugas pengamat Ahmad Rifandi, A.Md..
Baca juga: Sehari 3 kali erupsi, Gunung Ibu semburkan abu 400 meter
Saat ini Gunung Marapi berstatus Level II (Waspada).
Rekomendasi PVMBG menyebutkan, masyarakat di sekitar Gunung Marapi dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 3 km dari pusat erupsi (Kawah Verbeek) Gunung Marapi.
Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah/aliran/bantaran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan.
Jika terjadi hujan abu maka masyarakat diimbau untuk menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk menghindari gangguan saluran pernapasan (ISPA), serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit. Selain itu agar mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang tebal agar tidak roboh.
Mitigasi.com mengimbau masyarakat menyiapkan masker dan pelindung mata bila terjadi hujan abu, serta hanya mengikuti informasi dari Badan Geologi, BPBD, dan pemerintah daerah setempat.
For media
Rilis ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan menyebut Mitigasi.com sebagai sumber dan menautkan ke halaman ini. Angka diambil dari data resmi PVMBG Badan Geologi; periksa pembaruan terakhir di halaman data sebelum terbit. Kontak redaksi: [email protected].