Gunung Karangetang kembali erupsi
Manado (Mitigasi.com) - Pos Pengamatan Gunung Karangetang di Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara melaporkan terjadinya erupsi pada Senin (26/10) dini hari pukul 03.20 WITA, menurut informasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi.
Tinggi kolom abu tidak teramati.
Letusan tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 50 mm dan durasi sekitar 210 detik. Laporan disusun oleh petugas pengamat Muhamad Fadlan Rasyidin Bina.
Baca juga: Gempa M4,3 dirasakan warga Kepulauan Talaud
Hingga erupsi ini, Gunung Karangetang sudah dua kali erupsi pada 26 Oktober 2026. Sepanjang tujuh hari terakhir tercatat sembilan kali erupsi, menurut data MAGMA Indonesia yang dihimpun Mitigasi.com.
Gunung Karangetang masih berada pada status Level II (Waspada).
Dalam rekomendasinya, PVMBG menyampaikan (1) Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak mendekati, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 1.5 km dari puncak Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (selatan) serta area perluasan sektoral ke arah selatan barat daya sejauh 2.5 km. (2) Mewaspadai guguran lava dan awan panas guguran yang dapat terjadi sewaktu-waktu dari penumpukan material lava sebelumnya karena kondisinya belum stabil dan mudah runtuh, terutama kesektor selatan, tenggara, barat dan barat daya. (3) Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai.
Warga di sekitar gunung diingatkan untuk menyiapkan masker dan pelindung mata, menutup sumber air terbuka bila hujan abu turun, dan hanya mengikuti arahan resmi dari Badan Geologi serta BPBD.
For media
Rilis ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan menyebut Mitigasi.com sebagai sumber dan menautkan ke halaman ini. Angka diambil dari data resmi PVMBG Badan Geologi; periksa pembaruan terakhir di halaman data sebelum terbit. Kontak redaksi: [email protected].