Skip to content
Volcanic eruptions

Gunung Ibu erupsi 9 kali dalam sehari, abu capai 300 meter

Waktu baca 1 menit
Foto erupsi Gunung Ibu, 26 Oktober 2026 pukul 20.35 WIT. (Foto: PVMBG/Mitigasi.com)
Foto erupsi Gunung Ibu, 26 Oktober 2026 pukul 20.35 WIT. (Foto: PVMBG/Mitigasi.com)

Ternate (Mitigasi.com) - Pos Pengamatan Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara melaporkan terjadinya erupsi pada Senin (26/10) malam pukul 20.35 WIT, menurut informasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi.

Kolom abu membubung sekitar 300 meter dari puncak atau sekitar 1.625 meter di atas permukaan laut. Abu berwarna kelabu dengan intensitas sedang, condong ke arah barat.

Letusan tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 20 mm dan durasi sekitar 45 detik. Laporan disusun oleh petugas pengamat Muhammad Hafizh Naufal As-shiddiq.

Baca juga: Gunung Ibu kembali erupsi

Hingga erupsi ini, Gunung Ibu sudah sembilan kali erupsi pada 26 Oktober 2026. Sepanjang tujuh hari terakhir tercatat 59 kali erupsi, menurut data MAGMA Indonesia yang dihimpun Mitigasi.com.

Saat ini Gunung Ibu berstatus Level II (Waspada).

Dalam rekomendasinya, PVMBG menyampaikan masyarakat di sekitar Gunung Ibu dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 2 km dan perluasan sektoral berjarak 3.5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif Gunung Ibu.

Jika terjadi hujan abu, masyarakat yang beraktivitas di luar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung hidung, mulut (masker) dan mata (kacamata).

Warga di sekitar gunung diingatkan untuk menyiapkan masker dan pelindung mata, menutup sumber air terbuka bila hujan abu turun, dan hanya mengikuti arahan resmi dari Badan Geologi serta BPBD.

Pantau aktivitas gunung api
Author: Mitigasi.com Newsroom
Data source: PVMBG Badan Geologi

For media

Rilis ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan menyebut Mitigasi.com sebagai sumber dan menautkan ke halaman ini. Angka diambil dari data resmi PVMBG Badan Geologi; periksa pembaruan terakhir di halaman data sebelum terbit. Kontak redaksi: [email protected].