Skip to content
Volcanic eruptions

Gunung Ibu erupsi 7 kali dalam sehari, abu capai 600 meter

Waktu baca 1 menit Updated 23:14 WITA
Foto erupsi Gunung Ibu, 27 Oktober 2026 pukul 23.44 WIT. (Foto: PVMBG/Mitigasi.com)
Foto erupsi Gunung Ibu, 27 Oktober 2026 pukul 23.44 WIT. (Foto: PVMBG/Mitigasi.com)

Ternate (Mitigasi.com) - Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, erupsi pada Selasa (27/10) malam pukul 23.44 WIT, berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Ibu yang dirilis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi.

Kolom abu membubung sekitar 600 meter dari puncak atau sekitar 1.925 meter di atas permukaan laut. Abu berwarna kelabu dengan intensitas sedang, condong ke arah barat.

Letusan tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi sekitar 69 detik. Laporan disusun oleh petugas pengamat Richard Chaniago.

Baca juga: Gunung Dukono erupsi

Hingga erupsi ini, Gunung Ibu sudah tujuh kali erupsi pada 27 Oktober 2026. Sepanjang tujuh hari terakhir tercatat 61 kali erupsi, menurut data MAGMA Indonesia yang dihimpun Mitigasi.com.

Gunung Ibu masih berada pada status Level II (Waspada).

Dalam rekomendasinya, PVMBG menyampaikan masyarakat di sekitar Gunung Ibu dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 2 km dan perluasan sektoral berjarak 3.5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif Gunung Ibu.

Jika terjadi hujan abu, masyarakat yang beraktivitas di luar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung hidung, mulut (masker) dan mata (kacamata).

Warga di sekitar gunung diingatkan untuk menyiapkan masker dan pelindung mata, menutup sumber air terbuka bila hujan abu turun, dan hanya mengikuti arahan resmi dari Badan Geologi serta BPBD.

Pantau aktivitas gunung api
Author: Mitigasi.com Newsroom
Data source: PVMBG Badan Geologi

For media

Rilis ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan menyebut Mitigasi.com sebagai sumber dan menautkan ke halaman ini. Angka diambil dari data resmi PVMBG Badan Geologi; periksa pembaruan terakhir di halaman data sebelum terbit. Kontak redaksi: [email protected].