Gunung Anak Krakatau kembali erupsi
Bandarlampung (Mitigasi.com) - Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung melaporkan terjadinya erupsi pada Sabtu (31/10) malam pukul 20.06 WIB, menurut informasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi.
Tinggi kolom abu tidak teramati.
Seismogram di pos pengamatan merekam letusan itu dengan amplitudo maksimum 51 mm dan durasi sekitar 156 detik. Laporan disusun oleh petugas pengamat Muhammad Dika Nurzaman.
Baca juga: Gunung Anak Krakatau kembali erupsi
Erupsi ini merupakan yang ke-9 pada 31 Oktober 2026, dengan total 14 kali erupsi dalam tujuh hari terakhir, menurut data MAGMA Indonesia yang dihimpun Mitigasi.com.
Saat ini Gunung Anak Krakatau berstatus Level III (Siaga).
Dalam rekomendasinya, PVMBG menyampaikan masyarakat di sekitar Gunungapi Anak Krakatau dan pengunjung/wisatawan/pendaki tidak diperbolehkan memasuki dan melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 5 km dari pusat erupsi Anak Krakatau.
Masyarakat di sekitar Gunungapi Anak Krakatau dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan memasuki dan melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 1 km dari pulau baru di sektor barat laut dan tenggara Gunungapi Anak Krakatau.
Meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bahaya lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, dan potensi erupsi sekunder yang ditimbulkan oleh kontak panas lava, baik dengan air laut maupun air hujan dalam radius 5 km dari pusat erupsi Anak Krakatau.
Mitigasi.com mengimbau masyarakat menyiapkan masker dan pelindung mata bila terjadi hujan abu, serta hanya mengikuti informasi dari Badan Geologi, BPBD, dan pemerintah daerah setempat.
For media
Rilis ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan menyebut Mitigasi.com sebagai sumber dan menautkan ke halaman ini. Angka diambil dari data resmi PVMBG Badan Geologi; periksa pembaruan terakhir di halaman data sebelum terbit. Kontak redaksi: [email protected].