Skip to content
6
High-potential areas
8
Moderate-potential areas
15
Regencies/cities in high hazard zones
145 mm
Heaviest daily rain, next 3 days · Kab. Aceh Selatan
View all of Indonesia

Landslide potential map

High potentialModerate potentialLow potentialVery low potential Hazard zone low–high Citizen reports

Each dot sits in the part of the area with the highest landslide hazard, where rainfall is measured. Click a dot for details. Hazard-zone shading can be switched off in the top-right corner of the map.

Kabupaten/kota rawan di Aceh

Bar chart: daily rain over the last 3 days and the forecast for the next 3 days (light blue) in the most landslide-prone part of the area.

Regency/cityPotentialHazard zoneRain, last 3 daysMax. rain, next 3 daysDaily rainfall
Kab. Aceh Selatan High High
64% of the area in a high hazard zone
105 mm 145 mm
Sangat lebat
Kab. Aceh Barat High High
34% of the area in a high hazard zone
48 mm 119 mm
Sangat lebat
Kab. Aceh Tenggara High High
88% of the area in a high hazard zone
112 mm 114 mm
Sangat lebat
Kab. Aceh Barat Daya High High
72% of the area in a high hazard zone
105 mm 94 mm
Heavy
Kab. Simeulue High High
35% of the area in a high hazard zone
26 mm 55 mm
Heavy
Kab. Pidie High High
75% of the area in a high hazard zone
103 mm 34 mm
Moderate
Kab. Aceh Jaya Moderate High
70% of the area in a high hazard zone
59 mm 42 mm
Moderate
Kab. Aceh Besar Moderate High
56% of the area in a high hazard zone
46 mm 33 mm
Moderate
Kab. Nagan Raya Moderate High
42% of the area in a high hazard zone
77 mm 33 mm
Moderate
Kab. Bireuen Moderate High
60% of the area in a high hazard zone
64 mm 23 mm
Moderate
Kab. Aceh Tengah Moderate High
94% of the area in a high hazard zone
50 mm 20 mm
Light
Kab. Pidie Jaya Moderate High
71% of the area in a high hazard zone
100 mm 19 mm
Light
Kota Subulussalam Moderate Moderate
15% of the area in a high hazard zone
66 mm 73 mm
Heavy
Kab. Aceh Singkil Moderate Moderate
0% of the area in a high hazard zone
52 mm 66 mm
Heavy
Kab. Gayo Lues Low High
92% of the area in a high hazard zone
50 mm 20 mm
Light
Kab. Bener Meriah Low High
79% of the area in a high hazard zone
40 mm 19 mm
Light
Kab. Aceh Timur Low High
38% of the area in a high hazard zone
44 mm 19 mm
Light
Kota Sabang Low Moderate
17% of the area in a high hazard zone
18 mm 39 mm
Moderate
Kota Lhokseumawe Low Moderate
29% of the area in a high hazard zone
60 mm 27 mm
Moderate
Kab. Aceh Utara Low Moderate
30% of the area in a high hazard zone
61 mm 26 mm
Moderate
Kab. Aceh Tamiang Low Moderate
24% of the area in a high hazard zone
36 mm 21 mm
Moderate
Kota Langsa Low Moderate
0% of the area in a high hazard zone
58 mm 20 mm
Moderate

Laporan penyelidikan Badan Geologi di Aceh

PVMBG field findings on landslide events: site conditions, causes, and technical recommendations.

Laporan Pemeriksaan Calon Lahan Relokasi di Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh

Event 22 Sep 2026 · Desa Lancok, Kec. Meurah Dua, Aceh

Technical recommendations

4. Kesimpulan dan Rekomendasi

Conclusion

  1. Berdasarkan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah, calon lahan relokasi di Kecamatan Meurah Dua berada pada Zona Kerentanan Gerakan Tanah Menengah.
  2. Secara kebencanaan geologi dan kondisi morfologi, lahan relokasi di Gampong Lancok dapat digunakan untuk pengembangan kawasan relokasi dengan syarat tertentu.
  3. Untuk lahan di Gampong Seunong, hanya sebagian yang dapat digunakan sebagai lahan relokasi, yaitu daerah datar di bagian barat (lihat peta situasi).
  4. Karakteristik geologi di lahan relokasi mencirikan daya dukung tanah yang cukup tinggi, namun rawan terhadap erosi jika penutup lahan berkurang.
  5. Potensi bencana geologi lain yang juga perlu diwaspadai di lahan relokasi adalah guncangan gempa bumi, mengingat daerah ini dilalui kelurusan struktur geologi yang mengindikasikan adanya bidang lemah pada batuan.
  6. Apabila seluruh lahan ini dimanfaatkan sebagai kawasan Hunian Tetap, maka perencanaan infrastruktur harus memperhatikan aspek teknis kebencanaan geologi sebagaimana rekomendasi yang disampaikan.
  7. PVMBG hanya menyampaikan potret potensi bencana geologi.
  8. PVMBG tidak memiliki kewenangan untuk melarang atau mengizinkan pendirian lahan rencana pembangunan di Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh. Izin pembangunan sepenuhnya merupakan wewenang pemerintah daerah. Untuk itu, PVMBG merekomendasikan bahwa pembangunan harus menyesuaikan dengan Rencana Tata Ruang dan Wilayah Kabupaten Pidie Jaya.

Recommendations

Untuk menghindari terjadinya gerakan tanah dan mengurangi risiko akibat bencana gerakan tanah, maka direkomendasikan untuk lahan relokasi sebagai berikut:

  • Mempertimbangkan jumlah unit bangunan, jarak antar rumah, beserta saran penunjangnya;
  • Untuk menghadapi bencana gempa bumi, tipe bangunan konstruksi tahan gempa sesuai dengan SNI 1726:2019 (Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung), lebih direkomendasikan mengingat daerah ini berada pada zona rawan gempa dan memiliki sejarah gempa tahun 2016;
  • Sebelum memasuki tahap konstruksi, sebaiknya melakukan penyelidikan rinci mengenai daya dukung tanah pondasi dangkal (hasil uji kuat tekan in situ/sondir);
  • Untuk ketiga kavling di Gampong Lanchok, direkomendasikan:
    • Membuat sistem drainase antar rumah yang terpadu dan kedap air untuk mengalirkan limpasan air permukaan;
    • Meminimalkan penggunaan timbunan dan pemotongan lereng yang terlampau terjal mengingat lahan ini tidak memiliki tanah penutup yang tebal;
    • Jika akan dilakukan pemotongan lereng, agar memperhatikan aspek kestabilan lereng dengan melakukan kajian teknis terlebih dahulu;
    • Menyediakan sumber air permanen untuk kebutuhan sehari-hari.
  • Untuk ketiga kavling di Gampong Seunong, direkomendasikan:
    • Meninggikan tembok saluran irigasi jika saluran ini akan digunakan untuk pembuangan limbah rumah tangga dan limpasan air permukaan;
    • Memelihara vegetasi di sekitar tekuk lereng dan di sekitar lereng curam di bagian barat;
    • Pemotongan lereng agar memperhatikan aspek kestabilan lereng dengan melakukan kajian teknis terlebih dahulu;
    • Daerah tekuk lereng sedapat mungkin dihindari sebagai kawasan permukiman, namun dapat dikembangkan menjadi fasilitas umum atau RTH;
    • Pembuatan akses jalan agar tidak mengganggu aliran saluran irigasi.
    • Sistem drainase agar dibuat kedap dan dialirkan ke sisi barat yang lebih landai dibandingkan dengan sisi timurnya;
  • Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat untuk lebih mengenal dan memahami gerakan tanah dan gejala-gejala yang mengawalinya sebagai upaya mitigasi bencana gerakan tanah.
  • Perlunya koordinasi dan kolaborasi antara instansi terkait dalam persiapan pembangunan lahan relokasi/huntap untuk korban terdampak gerakan tanah dan banjir bandang.

Laporan singkat ini dapat diunduh atau download di www.vsi.esdm.go.id. Demikian laporan singkat ini kami sampaikan, terima kasih atas perhatiannya.

Laporan Pemeriksaan Calon Lahan Relokasi di Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh

Event 22 Sep 2026 · Desa Rungkom, Kec. Meureudu, Aceh

Technical recommendations

4. Kesimpulan dan Rekomendasi

Conclusion

  1. Berdasarkan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah, calon lahan relokasi di Kecamatan Meureudu berada pada Zona Kerentanan Gerakan Tanah Menengah.
  2. Secara kebencanaan geologi dan kondisi morfologi, lahan relokasi di Gampong Rungkom, Gampong Pohroh, dan kavling kedua Gampong Blang Awe dapat digunakan untuk pengembangan kawasan relokasi dengan syarat tertentu. Sementara kavling pertama di Gampong Blang Awe hanya sebagian yang dapat digunakan sebagai lahan relokasi (lihat peta situasi).
  3. Karakteristik geologi di lahan relokasi mencirikan daya dukung tanah yang cukup tinggi, namun rawan terhadap erosi jika penutup lahan berkurang.
  4. Potensi bencana geologi lain yang juga perlu diwaspadai di lahan relokasi adalah guncangan gempa bumi, terutama pada kavling kedua di Gampong Blang Awe yang berada di atas endapan aluvium.
  5. Apabila seluruh lahan ini dimanfaatkan sebagai kawasan Hunian Tetap, maka perencanaan infrastruktur harus memperhatikan aspek teknis kebencanaan geologi sebagaimana rekomendasi yang disampaikan.
  6. PVMBG hanya menyampaikan potret potensi bencana geologi.
  7. PVMBG tidak memiliki kewenangan untuk melarang atau mengizinkan pendirian lahan rencana pembangunan di Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh. Izin pembangunan sepenuhnya merupakan wewenang pemerintah daerah. Untuk itu, PVMBG merekomendasikan bahwa pembangunan harus menyesuaikan dengan Rencana Tata Ruang dan Wilayah Kabupaten Pidie Jaya.

Recommendations

Untuk menghindari terjadinya gerakan tanah dan mengurangi risiko akibat bencana gerakan tanah dan gempabumi, maka direkomendasikan untuk lahan relokasi sebagai berikut:

  • Mempertimbangkan jumlah unit bangunan, jarak antar rumah, beserta saran penunjangnya;
  • Untuk menghadapi bencana gempa bumi, tipe bangunan konstruksi tahan gempa sesuai dengan SNI 1726:2019 (Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung), lebih direkomendasikan mengingat daerah ini berada pada zona rawan gempa dan memiliki sejarah gempa tahun 2016;
  • Sebelum memasuki tahap konstruksi, sebaiknya melakukan penyelidikan rinci mengenai daya dukung tanah pondasi dangkal (hasil uji kuat tekan in situ/sondir);
  • Di lokasi yang sumber airnya terbatas, direkomendasikan untuk menyediakan sumber air permanen untuk kebutuhan sehari-hari;
  • Untuk lahan di Gampong Rungkom, direkomendasikan:
    • Meninggikan tembok saluran irigasi jika saluran ini akan digunakan untuk pembuangan limbah rumah tangga dan limpasan air permukaan;
    • Membuat sistem drainase antar rumah yang terpadu dan kedap air untuk mengalirkan limpasan air permukaan;
    • Mengutamakan pembangunan permukiman di sisi selatan saluran drainase sementara di sisi utara dapat dikembangkan sebagai fasilitas umum atau RTH.
  • Untuk lahan di Gampong Pohroh, direkomendasikan:
    • Memelihara vegetasi di sekitar tekuk lereng dan di sekitar lereng curam di bagian selatan;
    • Jika akan dilakukan pemotongan lereng, agar memperhatikan aspek kestabilan lereng dengan melakukan kajian teknis terlebih dahulu;
    • Daerah tekuk lereng sedapat mungkin dihindari sebagai kawasan permukiman, namun dapat dikembangkan menjadi fasilitas umum atau RTH;
    • Memperhatikan daya dukung lahan mengingat sebagian daerah ini sudah berkembang menjadi permukiman.
  • Untuk lahan di kavling pertama Gampong Blang Awe, direkomendasikan:
    • Menghindari pembangunan permukiman maupun fasilitas umum di sekitar tebing bekas penggalian batu;
    • Pematangan lahan agar memperhatikan kaidah kestabilan lereng, terutama di sekitar tebing bekas penggalian batu;
    • Sistem drainase agar dibuat kedap dan dialirkan ke sisi barat yang lebih landai dibandingkan dengan sisi timurnya.
  • Untuk kavling kedua di Gampong Blang Awe, direkomendasikan:
    • Melakukan kajian mengenai potensi amplifikasi guncangan gempa dan potensi likuifaksi mengingat daerah ini berada di atas endapan aluvium;
    • Pemanfaatan air tanah agar dikendalikan dan tidak berlebihan untuk menghindari penurunan tanah
  • Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat untuk lebih mengenal dan memahami gerakan tanah dan gejala-gejala yang mengawalinya sebagai upaya mitigasi bencana gerakan tanah.
  • Perlunya koordinasi dan kolaborasi antara instansi terkait dalam persiapan pembangunan lahan relokasi/huntap untuk korban terdampak gerakan tanah dan banjir bandang.

Laporan singkat ini dapat diunduh atau download di www.vsi.esdm.go.id. Demikian laporan singkat ini kami sampaikan, terima kasih atas perhatiannya.

Laporan Pemeriksaan Calon Lahan Relokasi di Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh

Event 22 Sep 2026 · Desa Lancok, Kec. Meurah Dua, Aceh

Technical recommendations

4. Kesimpulan dan Rekomendasi

Conclusion

    1. Berdasarkan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah, calon lahan relokasi di Kecamatan Meurah Dua berada pada Zona Kerentanan Gerakan Tanah Menengah.
    2. Secara kebencanaan geologi dan kondisi morfologi, lahan relokasi di Gampong Lancok dapat digunakan untuk pengembangan kawasan relokasi dengan syarat tertentu.
    3. Untuk lahan di Gampong Seunong, hanya sebagian yang dapat digunakan sebagai lahan relokasi, yaitu daerah datar di bagian barat (lihat peta situasi).
    4. Karakteristik geologi di lahan relokasi mencirikan daya dukung tanah yang cukup tinggi, namun rawan terhadap erosi jika penutup lahan berkurang.
    5. Potensi bencana geologi lain yang juga perlu diwaspadai di lahan relokasi adalah guncangan gempa bumi, mengingat daerah ini dilalui kelurusan struktur geologi yang mengindikasikan adanya bidang lemah pada batuan.
    6. Apabila seluruh lahan ini dimanfaatkan sebagai kawasan Hunian Tetap, maka perencanaan infrastruktur harus memperhatikan aspek teknis kebencanaan geologi sebagaimana rekomendasi yang disampaikan.
    7. PVMBG hanya menyampaikan potret potensi bencana geologi.
    8. PVMBG tidak memiliki kewenangan untuk melarang atau mengizinkan pendirian lahan rencana pembangunan di Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh. Izin pembangunan sepenuhnya merupakan wewenang pemerintah daerah. Untuk itu, PVMBG merekomendasikan bahwa pembangunan harus menyesuaikan dengan Rencana Tata Ruang dan Wilayah Kabupaten Pidie Jaya.

Recommendations

Untuk menghindari terjadinya gerakan tanah dan mengurangi risiko akibat bencana gerakan tanah, maka direkomendasikan untuk lahan relokasi sebagai berikut:

    • Mempertimbangkan jumlah unit bangunan, jarak antar rumah, beserta saran penunjangnya;
    • Untuk menghadapi bencana gempa bumi, tipe bangunan konstruksi tahan gempa sesuai dengan SNI 1726:2019 (Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung), lebih direkomendasikan mengingat daerah ini berada pada zona rawan gempa dan memiliki sejarah gempa tahun 2016;
    • Sebelum memasuki tahap konstruksi, sebaiknya melakukan penyelidikan rinci mengenai daya dukung tanah pondasi dangkal (hasil uji kuat tekan in situ/sondir);
    • Untuk ketiga kavling di Gampong Lanchok, direkomendasikan:
    • Membuat sistem drainase antar rumah yang terpadu dan kedap air untuk mengalirkan limpasan air permukaan;
    • Meminimalkan penggunaan timbunan dan pemotongan lereng yang terlampau terjal mengingat lahan ini tidak memiliki tanah penutup yang tebal;
    • Jika akan dilakukan pemotongan lereng, agar memperhatikan aspek kestabilan lereng dengan melakukan kajian teknis terlebih dahulu;
    • Menyediakan sumber air permanen untuk kebutuhan sehari-hari.
    • Untuk ketiga kavling di Gampong Seunong, direkomendasikan:
    • Meninggikan tembok saluran irigasi jika saluran ini akan digunakan untuk pembuangan limbah rumah tangga dan limpasan air permukaan;
    • Memelihara vegetasi di sekitar tekuk lereng dan di sekitar lereng curam di bagian barat;
    • Pemotongan lereng agar memperhatikan aspek kestabilan lereng dengan melakukan kajian teknis terlebih dahulu;
    • Daerah tekuk lereng sedapat mungkin dihindari sebagai kawasan permukiman, namun dapat dikembangkan menjadi fasilitas umum atau RTH;
    • Pembuatan akses jalan agar tidak mengganggu aliran saluran irigasi.
    • Sistem drainase agar dibuat kedap dan dialirkan ke sisi barat yang lebih landai dibandingkan dengan sisi timurnya;
    • Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat untuk lebih mengenal dan memahami gerakan tanah dan gejala-gejala yang mengawalinya sebagai upaya mitigasi bencana gerakan tanah.
    • Perlunya koordinasi dan kolaborasi antara instansi terkait dalam persiapan pembangunan lahan relokasi/huntap untuk korban terdampak gerakan tanah dan banjir bandang.

Laporan singkat ini dapat diunduh atau download di www.vsi.esdm.go.id. Demikian laporan singkat ini kami sampaikan, terima kasih atas perhatiannya.

Calon Lahan Relokasi di Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh

Event 22 Sep 2026 · Desa Ujung Karang, Kec. Serba Jadi, Aceh

Technical recommendations

4. Kesimpulan dan Rekomendasi

Conclusion

  1. Berdasarkan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah (Badan Geologi), calon lahan relokasi Lokasi 1 Desa Ujung Karang dan Lokasi 2 di Desa Leles, Kecamatan Serbajadi berada pada Zona Kerentanan Gerakan Tanah Tinggi.
  2. Secara kebencanaan geologi dan kondisi morfologi, kedua calon lahan relokasi di Kecamatan Serbajadi ini dapat digunakan untuk pengembangan kawasan relokasi dengan syarat tertentu. Hal ini didasarkan pada kondisi topografi yang relatif landai, namun masih mungkin terjadi gangguan stabilitas lereng jika tidak direncanakan dengan baik.
  3. Tantangan utama pada calon lahan relokasi ini adalah erosi permukaan dan/atau erosi sungai.Karakteristik geologi mencirikan daya dukung tanah yang cukup tinggi, namun rawan terhadap erosi jika penutup lahan berkurang.
  4. Potensi bencana geologi lain yang perlu diwaspadai adalah bencana gempa bumi, mengingat lokasi berada dekat dengan zona sesar atau patahan.
  5. Apabila kedua lahan ini dimanfaatkan sebagai kawasan relokasi, maka perencanaan infrastruktur harus memperhatikan aspek teknis kebencanaan geologi sebagaimana rekomendasi yang disampaikan.
  6. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian ESDM, menyampaikan potret potensi bencana geologi, dalam hal ini bencana gerakan tanah dan gempa bumi, serta tidak memiliki kewenangan untuk melarang ataupun mengizinkan pembangunan pada lahan relokasi ini. Untuk itu, PVMBG, Badan Geologi, sangat merekomendasikan bahwa pembangunan harus menyesuaikan dan memperhatikan Rencana Tata Ruang dan Wilayah Kabupaten Aceh Timur.

Recommendations

Untuk menghindari terjadinya gerakan tanah dan dampak apabila terjadi gempa juga mengurangi risiko akibat bencana, maka direkomendasikan bagi calon lahan Hunian Tetap (Relokasi Terpadu), sebagai berikut:

  • Mempertimbangkan kesesuaian jumlah unit bangunan yang akan dibangun dengan luas lahan yang tersedia, jarak antara rumah beserta sarana penunjangnya;
  • Tipe bangunan dengan konstruksi tahan gempa lebih direkomendasikan mengingat lokasi ini berada dekat dengan zona patahan atau sesar;
  • Penimbunan lahan diperlukan dengan pemantapan lahan menggunakan material yang lebih tahan erosi agar permukaan tanah kokoh dan tidak mudah bergeser atau terjadi gerakan tanah;
  • Sebelum memasuki tahap konstruksi sebaiknya melakukan penyelidikan mengenai daya dukung lahan (sondir) secara rinci untuk mengetahui beban maksimal yang dapat diterima oleh endapan lepas serta kedalaman lapisan keras di tempat ini;
  • Melakukan penanaman vegetasi berakar kuat dan dalam untuk memperkuat tanah dan meningkatkan kestabilan lereng;
  • Penataan drainase (sistem aliran air permukaan dan buangan air limbah rumah tangga):
    • Bersifat terpadu antar bangunan dan harus dikendalikan dengan saluran yang kedap air, dengan ditembok atau pemipaan.
    • Pembuangan sebaiknya dilakukan dengan sistem Pembuangan Limbah Komunal atau diarahkan langsung ke sungai (jika memungkinkan), untuk mengurangi laju erosi permukaan dan menghindari peresapan air ke tanah yang dapat memicu terjadinya gerakan tanah.
  • Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat untuk lebih mengenal dan memahami gerakan tanah dan gejala-gejala yang mengawalinya sebagai upaya mitigasi bencana gerakan tanah.
  • Perlunya koordinasi dan kolaborasi antara instansi terkait dalam persiapan pembangunan lahan relokasi/huntap bagi korban terdampak gerakan tanah dan banjir bandang.

Laporan singkat ini dapat diunduh atau download di https://geologi.esdm.go.id/. Demikian laporan singkat ini kami sampaikan. Terima kasih atas perhatiannya.

Source: Geological Agency – MAGMA Indonesia.

Citizen reports: landslides (30 days)

No verified landslide reports yet. Seeing ground cracks, a collapsing slope, or a landslide near you? Report here.

Know the signs and stay safe

Early signs of a landslide

  • New cracks appear in the ground, walls, or floors and widen after rain.
  • Trees, power poles, or fences tilt; doors and windows suddenly stick.
  • New springs appear, or well water and slope seepage suddenly turn muddy.
  • You hear rumbling or gravel falling from a slope.

During hours of heavy rain

  • If you live on a slope or below a cliff, move temporarily to a safer place.
  • Stay away from river valleys at the foot of hills: a landslide can dam a river that then bursts as a flash flood.
  • Avoid roads along steep slopes during and just after heavy rain.

Reduce the risk

  • Do not cut slopes vertically or build ponds and rice fields above steep slopes.
  • Plant deep-rooted trees and build drains so rainwater does not soak into the slope.
  • Report new cracks to the village office or BPBD; contact BPBD or local officials immediately if a landslide occurs.

Read the guide: Landslides: Recognise the Warning Signs and Stay Safe, Facing Floods and Landslides

What the potential levels mean

HighLandslides can occur when rainfall is above normal; old landslides can reactivate
ModerateLandslides can occur, especially in river valleys, road cuts, or disturbed slopes
LowLandslides are rare except on disturbed slopes
Very lowLandslides generally do not occur

How it is calculated. Potential high: high hazard zone (at least 30% of the area) with rain ≥ 50 mm per day in the next 3 days or ≥ 100 mm over the last 3 days. Potential moderate: moderate or higher hazard zone with rain ≥ 20 mm per day or ≥ 50 mm over 3 days.