Lewati ke konten
Banjir & Longsor · Diperbarui 19 Oct 2026

Sebagian besar longsor didahului tanda-tanda yang bisa dikenali warga: retakan tanah, pohon miring, dan rembesan air keruh. Ketahui kapan harus mengungsi.

Gerakan tanah adalah perpindahan massa tanah atau batuan menuruni lereng. Di Indonesia, pemicunya hampir selalu hujan lebat atau hujan lama, terutama di lereng curam yang tanahnya tebal, gembur, atau sudah diganggu (dipotong untuk jalan, permukiman, atau kolam).

Wilayah yang perlu waspada

  • Lereng bukit dan kaki tebing, terutama yang pernah longsor
  • Tebing jalan dan tebing sungai
  • Lembah sungai di bawah perbukitan: longsor di hulu bisa membendung sungai lalu jebol menjadi banjir bandang
  • PVMBG (Badan Geologi) menerbitkan prakiraan wilayah potensi gerakan tanah setiap bulan per kecamatan; BPBD biasanya meneruskannya ke desa

Tanda-tanda awal

  • Retakan baru di tanah, dinding, atau lantai, dan retakan makin lebar setelah hujan
  • Pohon, tiang listrik, atau pagar menjadi miring
  • Pintu dan jendela tiba-tiba sulit dibuka atau ditutup
  • Muncul mata air baru, atau air sumur dan rembesan lereng mendadak keruh
  • Terdengar suara gemuruh, atau kerikil dan tanah mulai berjatuhan dari tebing

Saat hujan deras berjam-jam

  • Bila tinggal di lereng atau di bawah tebing, mengungsi sementara ke rumah kerabat atau tempat yang lebih aman, terutama pada malam hari
  • Jangan menunggu tanda yang jelas: longsor besar bisa terjadi sangat cepat
  • Hindari melintasi jalan di tebing curam saat dan sesaat setelah hujan lebat
  • Bila mendengar gemuruh, segera menjauh tegak lurus dari arah aliran longsor, bukan searah lereng

Sesudah longsor

  • Jauhi area longsor; longsor susulan sering terjadi, apalagi bila hujan berlanjut
  • Waspadai banjir bandang di sungai yang alirannya tiba-tiba surut atau keruh
  • Laporkan ke 112 atau BPBD, dan bantu petugas dengan informasi orang yang mungkin tertimbun

Mengurangi risiko jangka panjang

  • Jangan memotong lereng tegak lurus dan jangan membuat kolam atau sawah di atas lereng curam
  • Buat saluran air agar air hujan tidak meresap ke lereng; tutup retakan dengan tanah liat
  • Tanam pohon berakar dalam dan kuat, seperti bambu, aren, atau sukun, di lereng

Pantau potensi gerakan tanah per kabupaten/kota di halaman Gerakan Tanah Mitigasi.com.