Lewati ke konten
0
Wilayah potensi tinggi
1
Wilayah potensi menengah
10
Kabupaten/kota di zona bahaya tinggi
25 mm
Hujan harian terlebat 3 hari ke depan · Kab. Agam
Status di halaman ini adalah indikasi yang dihitung otomatis dari zona bahaya longsor InaRISK dan prakiraan hujan model cuaca. Rujukan resmi adalah prakiraan wilayah potensi gerakan tanah bulanan PVMBG, Badan Geologi, serta arahan BPBD setempat.
Lihat seluruh Indonesia

Peta potensi gerakan tanah

Potensi tinggiPotensi menengahPotensi rendahPotensi sangat rendah Zona bahaya InaRISK rendah–tinggi Laporan warga

Titik diletakkan di bagian wilayah dengan bahaya longsor tertinggi, tempat curah hujan dihitung. Klik titik untuk detail. Arsiran zona bahaya bisa dimatikan di pojok kanan atas peta.

Kabupaten/kota rawan di Sumatera Barat

Grafik batang: hujan harian 3 hari terakhir dan prakiraan 3 hari ke depan (biru muda) di bagian wilayah yang paling rawan longsor.

Kabupaten/kotaPotensiZona bahayaHujan 3 hari laluHujan maks. 3 hari ke depanHujan harian
Kab. Lima Puluh Kota Menengah Tinggi
53% wilayah bahaya tinggi
62 mm 15 mm
Ringan
Kab. Padang Pariaman Rendah Tinggi
31% wilayah bahaya tinggi
35 mm 19 mm
Ringan
Kota Sawahlunto Rendah Tinggi
54% wilayah bahaya tinggi
7 mm 18 mm
Ringan
Kota Solok Rendah Tinggi
50% wilayah bahaya tinggi
7 mm 16 mm
Ringan
Kab. Pesisir Selatan Rendah Tinggi
55% wilayah bahaya tinggi
21 mm 15 mm
Ringan
Kota Padang Rendah Tinggi
47% wilayah bahaya tinggi
30 mm 15 mm
Ringan
Kab. Pasaman Rendah Tinggi
84% wilayah bahaya tinggi
38 mm 14 mm
Ringan
Kab. Kepulauan Mentawai Rendah Tinggi
49% wilayah bahaya tinggi
21 mm 11 mm
Ringan
Kab. Solok Selatan Rendah Tinggi
40% wilayah bahaya tinggi
7 mm 6 mm
Ringan
Kab. Solok Rendah Tinggi
62% wilayah bahaya tinggi
12 mm 5 mm
Tidak/sangat ringan
Kab. Agam Rendah Menengah
21% wilayah bahaya tinggi
59 mm 25 mm
Sedang
Kab. Pasaman Barat Rendah Menengah
24% wilayah bahaya tinggi
33 mm 21 mm
Sedang
Kota Pariaman Sangat rendah Menengah
0% wilayah bahaya tinggi
31 mm 14 mm
Ringan
Kab. Dharmasraya Sangat rendah Menengah
5% wilayah bahaya tinggi
12 mm 14 mm
Ringan
Kota Payakumbuh Sangat rendah Menengah
0% wilayah bahaya tinggi
14 mm 9 mm
Ringan
Kab. Sijunjung Sangat rendah Menengah
19% wilayah bahaya tinggi
6 mm 8 mm
Ringan
Kota Padang Panjang Sangat rendah Menengah
0% wilayah bahaya tinggi
16 mm 8 mm
Ringan
Kab. Tanah Datar Sangat rendah Menengah
21% wilayah bahaya tinggi
3 mm 2 mm
Tidak/sangat ringan

Laporan warga: tanah longsor (30 hari)

Belum ada laporan longsor yang terverifikasi. Melihat retakan tanah, tebing runtuh, atau longsor di sekitar Anda? Laporkan di sini.

Kenali tanda dan selamatkan diri

Tanda awal gerakan tanah

  • Muncul retakan baru di tanah, dinding, atau lantai rumah; retakan makin lebar setelah hujan.
  • Pohon, tiang listrik, atau pagar miring; pintu dan jendela tiba-tiba sulit dibuka.
  • Mata air baru muncul atau air sumur dan rembesan lereng mendadak keruh.
  • Terdengar suara gemuruh atau kerikil berjatuhan dari tebing.

Saat hujan deras berjam-jam

  • Bila tinggal di lereng atau di bawah tebing, mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman.
  • Jauhi lembah sungai di kaki bukit: longsor bisa membendung sungai lalu jebol menjadi banjir bandang.
  • Hindari melintasi jalan di tebing curam saat dan sesaat setelah hujan lebat.

Kurangi risiko

  • Jangan memotong lereng tegak lurus atau membuat kolam dan sawah di atas lereng curam.
  • Tanam pohon berakar dalam, buat saluran air agar air hujan tidak meresap ke lereng.
  • Laporkan retakan baru ke pemerintah desa atau BPBD; hubungi 112 bila terjadi longsor.

Baca panduan: Gerakan Tanah: Kenali Tanda-tanda Longsor dan Cara Menyelamatkan Diri, Menghadapi Banjir dan Tanah Longsor

Arti tingkat potensi (PVMBG)

TinggiGerakan tanah dapat terjadi bila curah hujan di atas normal; gerakan tanah lama dapat aktif kembali
MenengahGerakan tanah dapat terjadi, terutama di lembah sungai, tebing jalan, atau lereng yang terganggu
RendahJarang terjadi gerakan tanah, kecuali pada lereng yang terganggu
Sangat rendahPada umumnya tidak terjadi gerakan tanah

Cara menghitung. Zona bahaya tiap kabupaten/kota diambil dari indeks bahaya tanah longsor InaRISK BNPB: tinggi bila minimal 30% wilayahnya berkelas bahaya tinggi, menengah bila minimal 15% berkelas sedang atau tinggi. Curah hujan harian berasal dari model cuaca Open-Meteo di bagian wilayah yang paling rawan. Potensi menjadi tinggi bila zona bahaya tinggi diguyur hujan lebat (≥ 50 mm per hari dalam 3 hari ke depan, atau ≥ 100 mm dalam 3 hari terakhir), dan menengah bila hujannya sedang (≥ 20 mm per hari atau ≥ 50 mm dalam 3 hari). Cara ini mengikuti prinsip PVMBG, yaitu menumpangkan zona kerentanan gerakan tanah dengan curah hujan, tetapi dengan resolusi lebih kasar, sehingga tidak menggantikan peta resmi.