Lewati ke konten
0
Wilayah potensi tinggi
1
Wilayah potensi menengah
4
Kabupaten/kota di zona bahaya tinggi
29 mm
Hujan harian terlebat 3 hari ke depan · Kab. Sorong
Status di halaman ini adalah indikasi yang dihitung otomatis dari zona bahaya longsor InaRISK dan prakiraan hujan model cuaca. Rujukan resmi adalah prakiraan wilayah potensi gerakan tanah bulanan PVMBG, Badan Geologi, serta arahan BPBD setempat.
Lihat seluruh Indonesia

Peta potensi gerakan tanah

Potensi tinggiPotensi menengahPotensi rendahPotensi sangat rendah Zona bahaya InaRISK rendah–tinggi Laporan warga

Titik diletakkan di bagian wilayah dengan bahaya longsor tertinggi, tempat curah hujan dihitung. Klik titik untuk detail. Arsiran zona bahaya bisa dimatikan di pojok kanan atas peta.

Kabupaten/kota rawan di Papua Barat Daya

Grafik batang: hujan harian 3 hari terakhir dan prakiraan 3 hari ke depan (biru muda) di bagian wilayah yang paling rawan longsor.

Kabupaten/kotaPotensiZona bahayaHujan 3 hari laluHujan maks. 3 hari ke depanHujan harian
Kab. Tambrauw Menengah Tinggi
95% wilayah bahaya tinggi
67 mm 7 mm
Ringan
Kab. Maybrat Rendah Tinggi
46% wilayah bahaya tinggi
34 mm 12 mm
Ringan
Kab. Raja Ampat Rendah Tinggi
55% wilayah bahaya tinggi
17 mm 7 mm
Ringan
Kota Sorong Rendah Tinggi
45% wilayah bahaya tinggi
24 mm 2 mm
Tidak/sangat ringan
Kab. Sorong Rendah Menengah
27% wilayah bahaya tinggi
40 mm 29 mm
Sedang
Kab. Sorong Selatan Sangat rendah Menengah
12% wilayah bahaya tinggi
45 mm 9 mm
Ringan

Laporan warga: tanah longsor (30 hari)

Belum ada laporan longsor yang terverifikasi. Melihat retakan tanah, tebing runtuh, atau longsor di sekitar Anda? Laporkan di sini.

Kenali tanda dan selamatkan diri

Tanda awal gerakan tanah

  • Muncul retakan baru di tanah, dinding, atau lantai rumah; retakan makin lebar setelah hujan.
  • Pohon, tiang listrik, atau pagar miring; pintu dan jendela tiba-tiba sulit dibuka.
  • Mata air baru muncul atau air sumur dan rembesan lereng mendadak keruh.
  • Terdengar suara gemuruh atau kerikil berjatuhan dari tebing.

Saat hujan deras berjam-jam

  • Bila tinggal di lereng atau di bawah tebing, mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman.
  • Jauhi lembah sungai di kaki bukit: longsor bisa membendung sungai lalu jebol menjadi banjir bandang.
  • Hindari melintasi jalan di tebing curam saat dan sesaat setelah hujan lebat.

Kurangi risiko

  • Jangan memotong lereng tegak lurus atau membuat kolam dan sawah di atas lereng curam.
  • Tanam pohon berakar dalam, buat saluran air agar air hujan tidak meresap ke lereng.
  • Laporkan retakan baru ke pemerintah desa atau BPBD; hubungi 112 bila terjadi longsor.

Baca panduan: Gerakan Tanah: Kenali Tanda-tanda Longsor dan Cara Menyelamatkan Diri, Menghadapi Banjir dan Tanah Longsor

Arti tingkat potensi (PVMBG)

TinggiGerakan tanah dapat terjadi bila curah hujan di atas normal; gerakan tanah lama dapat aktif kembali
MenengahGerakan tanah dapat terjadi, terutama di lembah sungai, tebing jalan, atau lereng yang terganggu
RendahJarang terjadi gerakan tanah, kecuali pada lereng yang terganggu
Sangat rendahPada umumnya tidak terjadi gerakan tanah

Cara menghitung. Zona bahaya tiap kabupaten/kota diambil dari indeks bahaya tanah longsor InaRISK BNPB: tinggi bila minimal 30% wilayahnya berkelas bahaya tinggi, menengah bila minimal 15% berkelas sedang atau tinggi. Curah hujan harian berasal dari model cuaca Open-Meteo di bagian wilayah yang paling rawan. Potensi menjadi tinggi bila zona bahaya tinggi diguyur hujan lebat (≥ 50 mm per hari dalam 3 hari ke depan, atau ≥ 100 mm dalam 3 hari terakhir), dan menengah bila hujannya sedang (≥ 20 mm per hari atau ≥ 50 mm dalam 3 hari). Cara ini mengikuti prinsip PVMBG, yaitu menumpangkan zona kerentanan gerakan tanah dengan curah hujan, tetapi dengan resolusi lebih kasar, sehingga tidak menggantikan peta resmi.