Lewati ke konten
1
Wilayah potensi tinggi
10
Wilayah potensi menengah
15
Kabupaten/kota di zona bahaya tinggi
58 mm
Hujan harian terlebat 3 hari ke depan · Kab. Aceh Barat Daya
Status di halaman ini adalah indikasi yang dihitung otomatis dari zona bahaya longsor InaRISK dan prakiraan hujan model cuaca. Rujukan resmi adalah prakiraan wilayah potensi gerakan tanah bulanan PVMBG, Badan Geologi, serta arahan BPBD setempat.
Lihat seluruh Indonesia

Peta potensi gerakan tanah

Potensi tinggiPotensi menengahPotensi rendahPotensi sangat rendah Zona bahaya InaRISK rendah–tinggi Laporan warga

Titik diletakkan di bagian wilayah dengan bahaya longsor tertinggi, tempat curah hujan dihitung. Klik titik untuk detail. Arsiran zona bahaya bisa dimatikan di pojok kanan atas peta.

Kabupaten/kota rawan di Aceh

Grafik batang: hujan harian 3 hari terakhir dan prakiraan 3 hari ke depan (biru muda) di bagian wilayah yang paling rawan longsor.

Kabupaten/kotaPotensiZona bahayaHujan 3 hari laluHujan maks. 3 hari ke depanHujan harian
Kab. Aceh Barat Daya Tinggi Tinggi
72% wilayah bahaya tinggi
86 mm 58 mm
Lebat
Kab. Pidie Jaya Menengah Tinggi
71% wilayah bahaya tinggi
26 mm 40 mm
Sedang
Kab. Aceh Timur Menengah Tinggi
38% wilayah bahaya tinggi
22 mm 38 mm
Sedang
Kab. Nagan Raya Menengah Tinggi
42% wilayah bahaya tinggi
63 mm 35 mm
Sedang
Kab. Bener Meriah Menengah Tinggi
79% wilayah bahaya tinggi
27 mm 35 mm
Sedang
Kab. Aceh Barat Menengah Tinggi
34% wilayah bahaya tinggi
62 mm 34 mm
Sedang
Kab. Aceh Jaya Menengah Tinggi
70% wilayah bahaya tinggi
52 mm 27 mm
Sedang
Kab. Pidie Menengah Tinggi
75% wilayah bahaya tinggi
35 mm 22 mm
Sedang
Kab. Aceh Selatan Menengah Tinggi
64% wilayah bahaya tinggi
47 mm 21 mm
Sedang
Kab. Bireuen Menengah Tinggi
60% wilayah bahaya tinggi
28 mm 21 mm
Sedang
Kab. Aceh Tengah Menengah Tinggi
94% wilayah bahaya tinggi
32 mm 20 mm
Sedang
Kab. Gayo Lues Rendah Tinggi
92% wilayah bahaya tinggi
34 mm 18 mm
Ringan
Kab. Simeulue Rendah Tinggi
35% wilayah bahaya tinggi
37 mm 17 mm
Ringan
Kab. Aceh Besar Rendah Tinggi
56% wilayah bahaya tinggi
34 mm 15 mm
Ringan
Kab. Aceh Tenggara Rendah Tinggi
88% wilayah bahaya tinggi
42 mm 10 mm
Ringan
Kota Lhokseumawe Rendah Menengah
29% wilayah bahaya tinggi
31 mm 47 mm
Sedang
Kab. Aceh Utara Rendah Menengah
30% wilayah bahaya tinggi
26 mm 33 mm
Sedang
Kab. Aceh Tamiang Rendah Menengah
24% wilayah bahaya tinggi
30 mm 31 mm
Sedang
Kota Langsa Rendah Menengah
0% wilayah bahaya tinggi
44 mm 22 mm
Sedang
Kota Sabang Rendah Menengah
17% wilayah bahaya tinggi
18 mm 21 mm
Sedang
Kab. Aceh Singkil Rendah Menengah
0% wilayah bahaya tinggi
71 mm 13 mm
Ringan
Kota Subulussalam Rendah Menengah
15% wilayah bahaya tinggi
51 mm 10 mm
Ringan

Laporan warga: tanah longsor (30 hari)

Belum ada laporan longsor yang terverifikasi. Melihat retakan tanah, tebing runtuh, atau longsor di sekitar Anda? Laporkan di sini.

Kenali tanda dan selamatkan diri

Tanda awal gerakan tanah

  • Muncul retakan baru di tanah, dinding, atau lantai rumah; retakan makin lebar setelah hujan.
  • Pohon, tiang listrik, atau pagar miring; pintu dan jendela tiba-tiba sulit dibuka.
  • Mata air baru muncul atau air sumur dan rembesan lereng mendadak keruh.
  • Terdengar suara gemuruh atau kerikil berjatuhan dari tebing.

Saat hujan deras berjam-jam

  • Bila tinggal di lereng atau di bawah tebing, mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman.
  • Jauhi lembah sungai di kaki bukit: longsor bisa membendung sungai lalu jebol menjadi banjir bandang.
  • Hindari melintasi jalan di tebing curam saat dan sesaat setelah hujan lebat.

Kurangi risiko

  • Jangan memotong lereng tegak lurus atau membuat kolam dan sawah di atas lereng curam.
  • Tanam pohon berakar dalam, buat saluran air agar air hujan tidak meresap ke lereng.
  • Laporkan retakan baru ke pemerintah desa atau BPBD; hubungi 112 bila terjadi longsor.

Baca panduan: Gerakan Tanah: Kenali Tanda-tanda Longsor dan Cara Menyelamatkan Diri, Menghadapi Banjir dan Tanah Longsor

Arti tingkat potensi (PVMBG)

TinggiGerakan tanah dapat terjadi bila curah hujan di atas normal; gerakan tanah lama dapat aktif kembali
MenengahGerakan tanah dapat terjadi, terutama di lembah sungai, tebing jalan, atau lereng yang terganggu
RendahJarang terjadi gerakan tanah, kecuali pada lereng yang terganggu
Sangat rendahPada umumnya tidak terjadi gerakan tanah

Cara menghitung. Zona bahaya tiap kabupaten/kota diambil dari indeks bahaya tanah longsor InaRISK BNPB: tinggi bila minimal 30% wilayahnya berkelas bahaya tinggi, menengah bila minimal 15% berkelas sedang atau tinggi. Curah hujan harian berasal dari model cuaca Open-Meteo di bagian wilayah yang paling rawan. Potensi menjadi tinggi bila zona bahaya tinggi diguyur hujan lebat (≥ 50 mm per hari dalam 3 hari ke depan, atau ≥ 100 mm dalam 3 hari terakhir), dan menengah bila hujannya sedang (≥ 20 mm per hari atau ≥ 50 mm dalam 3 hari). Cara ini mengikuti prinsip PVMBG, yaitu menumpangkan zona kerentanan gerakan tanah dengan curah hujan, tetapi dengan resolusi lebih kasar, sehingga tidak menggantikan peta resmi.