Lewati ke konten
Erupsi gunung api

Gunung Semeru erupsi, kolom abu setinggi 1.000 meter

Waktu baca 2 menit Diperbarui 22:31 WITA
Foto erupsi Gunung Semeru, 24 Oktober 2026 pukul 06.34 WIB. (Foto: PVMBG/Mitigasi.com)
Foto erupsi Gunung Semeru, 24 Oktober 2026 pukul 06.34 WIB. (Foto: PVMBG/Mitigasi.com)

Surabaya (Mitigasi.com) - Erupsi kembali terjadi di Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Malang, Jawa Timur, pada Sabtu (24/10) pagi pukul 06.34 WIB, sebagaimana dilaporkan Pos Pengamatan Gunung Semeru kepada Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Tinggi kolom abu teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak atau sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut. Abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal, condong ke arah tenggara.

Seismogram di pos pengamatan merekam letusan itu dengan amplitudo maksimum 19 mm dan durasi sekitar 124 detik. Laporan disusun oleh petugas pengamat Agastya Rajendra.

Baca juga: Hujan lebat disertai petir diprakirakan terjadi di 15 kecamatan Jawa Timur, BMKG keluarkan peringatan Waspada

Hingga erupsi ini, Gunung Semeru sudah dua kali erupsi pada 24 Oktober 2026. Sepanjang tujuh hari terakhir tercatat 16 kali erupsi, menurut data MAGMA Indonesia yang dihimpun Mitigasi.com.

Saat ini Gunung Semeru berstatus Level III (Siaga).

Rekomendasi PVMBG menyebutkan, tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

Tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Warga di sekitar gunung diingatkan untuk menyiapkan masker dan pelindung mata, menutup sumber air terbuka bila hujan abu turun, dan hanya mengikuti arahan resmi dari Badan Geologi serta BPBD.

Pantau aktivitas gunung api
Penulis: Redaksi Mitigasi.com
Sumber data: PVMBG Badan Geologi

Untuk media

Rilis ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan menyebut Mitigasi.com sebagai sumber dan menautkan ke halaman ini. Angka diambil dari data resmi PVMBG Badan Geologi; periksa pembaruan terakhir di halaman data sebelum terbit. Kontak redaksi: [email protected].