Lewati ke konten
Erupsi gunung api

Gunung Semeru erupsi 3 kali dalam sehari, abu capai 800 meter

Waktu baca 2 menit
Foto erupsi Gunung Semeru, 2 November 2026 pukul 19.00 WIB. (Foto: PVMBG/Mitigasi.com)
Foto erupsi Gunung Semeru, 2 November 2026 pukul 19.00 WIB. (Foto: PVMBG/Mitigasi.com)

Surabaya (Mitigasi.com) - Pos Pengamatan Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Malang, Jawa Timur melaporkan terjadinya erupsi pada Senin (2/11) malam pukul 19.00 WIB, menurut informasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi.

Tinggi kolom abu teramati sekitar 800 meter di atas puncak atau sekitar 4.476 meter di atas permukaan laut. Abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang, condong ke arah barat daya.

Letusan tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sekitar 129 detik. Laporan disusun oleh petugas pengamat Liswanto, A.P..

Baca juga: Sehari 5 kali erupsi, Gunung Semeru semburkan abu 400 meter

Hingga erupsi ini, Gunung Semeru sudah tiga kali erupsi pada 2 November 2026. Sepanjang tujuh hari terakhir tercatat 31 kali erupsi, menurut data MAGMA Indonesia yang dihimpun Mitigasi.com.

Gunung Semeru masih berada pada status Level III (Siaga).

Rekomendasi PVMBG menyebutkan, tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

Tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Warga di sekitar gunung diingatkan untuk menyiapkan masker dan pelindung mata, menutup sumber air terbuka bila hujan abu turun, dan hanya mengikuti arahan resmi dari Badan Geologi serta BPBD.

Pantau aktivitas gunung api
Penulis: Redaksi Mitigasi.com
Sumber data: PVMBG Badan Geologi

Untuk media

Rilis ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan menyebut Mitigasi.com sebagai sumber dan menautkan ke halaman ini. Angka diambil dari data resmi PVMBG Badan Geologi; periksa pembaruan terakhir di halaman data sebelum terbit. Kontak redaksi: [email protected].