Lewati ke konten
Erupsi gunung api

Gunung Ibu erupsi 9 kali dalam sehari, abu capai 500 meter

Waktu baca 1 menit
Foto erupsi Gunung Ibu, 2 November 2026 pukul 21.46 WIT. (Foto: PVMBG/Mitigasi.com)
Foto erupsi Gunung Ibu, 2 November 2026 pukul 21.46 WIT. (Foto: PVMBG/Mitigasi.com)

Ternate (Mitigasi.com) - Erupsi kembali terjadi di Gunung Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, pada Senin (2/11) malam pukul 21.46 WIT, sebagaimana dilaporkan Pos Pengamatan Gunung Ibu kepada Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Tinggi kolom abu teramati sekitar 500 meter di atas puncak atau sekitar 1.825 meter di atas permukaan laut. Abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal, condong ke arah barat daya.

Seismogram di pos pengamatan merekam letusan itu dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi sekitar 57 detik. Laporan disusun oleh petugas pengamat Richard Chaniago.

Baca juga: Sehari 8 kali erupsi, Gunung Ibu semburkan abu 400 meter

Hingga erupsi ini, Gunung Ibu sudah sembilan kali erupsi pada 2 November 2026. Sepanjang tujuh hari terakhir tercatat 55 kali erupsi, menurut data MAGMA Indonesia yang dihimpun Mitigasi.com.

Saat ini Gunung Ibu berstatus Level II (Waspada).

Rekomendasi PVMBG menyebutkan, masyarakat di sekitar Gunung Ibu dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 2 km dan perluasan sektoral berjarak 3.5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif Gunung Ibu.

Jika terjadi hujan abu, masyarakat yang beraktivitas di luar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung hidung, mulut (masker) dan mata (kacamata).

Warga di sekitar gunung diingatkan untuk menyiapkan masker dan pelindung mata, menutup sumber air terbuka bila hujan abu turun, dan hanya mengikuti arahan resmi dari Badan Geologi serta BPBD.

Pantau aktivitas gunung api
Penulis: Redaksi Mitigasi.com
Sumber data: PVMBG Badan Geologi

Untuk media

Rilis ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan menyebut Mitigasi.com sebagai sumber dan menautkan ke halaman ini. Angka diambil dari data resmi PVMBG Badan Geologi; periksa pembaruan terakhir di halaman data sebelum terbit. Kontak redaksi: [email protected].