Lewati ke konten
Erupsi gunung api

Gunung Ibu erupsi, kolom abu setinggi 200 meter

Waktu baca 1 menit
Foto erupsi Gunung Ibu, 1 November 2026 pukul 07.28 WIT. (Foto: PVMBG/Mitigasi.com)
Foto erupsi Gunung Ibu, 1 November 2026 pukul 07.28 WIT. (Foto: PVMBG/Mitigasi.com)

Ternate (Mitigasi.com) - Erupsi kembali terjadi di Gunung Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, pada Minggu (1/11) pagi pukul 07.28 WIT, sebagaimana dilaporkan Pos Pengamatan Gunung Ibu kepada Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Tinggi kolom abu teramati sekitar 200 meter di atas puncak atau sekitar 1.525 meter di atas permukaan laut. Abu berwarna kelabu dengan intensitas sedang, condong ke arah barat.

Seismogram di pos pengamatan merekam letusan itu dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi sekitar 46 detik. Laporan disusun oleh petugas pengamat Darsono Haji Muhammad Nur.

Baca juga: Erupsi Gunung Ibu lontarkan kolom abu 300 meter

Hingga erupsi ini, Gunung Ibu sudah dua kali erupsi pada 1 November 2026. Sepanjang tujuh hari terakhir tercatat 58 kali erupsi, menurut data MAGMA Indonesia yang dihimpun Mitigasi.com.

Gunung Ibu masih berada pada status Level II (Waspada).

Rekomendasi PVMBG menyebutkan, masyarakat di sekitar Gunung Ibu dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 2 km dan perluasan sektoral berjarak 3.5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif Gunung Ibu.

Jika terjadi hujan abu, masyarakat yang beraktivitas di luar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung hidung, mulut (masker) dan mata (kacamata).

Warga di sekitar gunung diingatkan untuk menyiapkan masker dan pelindung mata, menutup sumber air terbuka bila hujan abu turun, dan hanya mengikuti arahan resmi dari Badan Geologi serta BPBD.

Pantau aktivitas gunung api
Penulis: Redaksi Mitigasi.com
Sumber data: PVMBG Badan Geologi

Untuk media

Rilis ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan menyebut Mitigasi.com sebagai sumber dan menautkan ke halaman ini. Angka diambil dari data resmi PVMBG Badan Geologi; periksa pembaruan terakhir di halaman data sebelum terbit. Kontak redaksi: [email protected].