Lewati ke konten
Erupsi gunung api

Gunung Dukono kembali meletus, semburkan abu 950 meter di atas puncak

Waktu baca 2 menit
Foto erupsi Gunung Dukono, 2 November 2026 pukul 09.11 WIT. (Foto: PVMBG/Mitigasi.com)
Foto erupsi Gunung Dukono, 2 November 2026 pukul 09.11 WIT. (Foto: PVMBG/Mitigasi.com)

Ternate (Mitigasi.com) - Erupsi kembali terjadi di Gunung Dukono, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, pada Senin (2/11) pagi pukul 09.11 WIT, sebagaimana dilaporkan Pos Pengamatan Gunung Dukono kepada Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Tinggi kolom abu teramati sekitar 950 meter di atas puncak atau sekitar 2.037 meter di atas permukaan laut. Abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal, condong ke arah barat.

Seismogram di pos pengamatan merekam letusan itu dengan amplitudo maksimum 18 mm dan durasi sekitar 38,6 detik. Laporan disusun oleh petugas pengamat Bambang Sugiono.

Baca juga: Gunung Ibu erupsi 3 kali dalam sehari, abu capai 400 meter

Data MAGMA Indonesia yang dihimpun Mitigasi.com mencatat enam kali erupsi Gunung Dukono dalam tujuh hari terakhir.

Gunung Dukono masih berada pada status Level II (Waspada).

Rekomendasi PVMBG menyebutkan, (1)Masyarakat di sekitar Gunung Dukono dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 4 km. (2)Mengingat letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area landaan abunya tidak tetap, maka direkomendasikan agar masyarakat di sekitar Gunung Dukono untuk selalu menyediakan masker/penutup hidung dan mulut untuk digunakan pada saat dibutuhkan guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.

Warga di sekitar gunung diingatkan untuk menyiapkan masker dan pelindung mata, menutup sumber air terbuka bila hujan abu turun, dan hanya mengikuti arahan resmi dari Badan Geologi serta BPBD.

Pantau aktivitas gunung api
Penulis: Redaksi Mitigasi.com
Sumber data: PVMBG Badan Geologi

Untuk media

Rilis ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan menyebut Mitigasi.com sebagai sumber dan menautkan ke halaman ini. Angka diambil dari data resmi PVMBG Badan Geologi; periksa pembaruan terakhir di halaman data sebelum terbit. Kontak redaksi: [email protected].