Gunung Anak Krakatau kembali erupsi
Bandarlampung (Mitigasi.com) - Erupsi kembali terjadi di Gunung Anak Krakatau, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, pada Rabu (28/10) malam pukul 23.29 WIB, sebagaimana dilaporkan Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau kepada Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Tinggi kolom abu tidak teramati.
Letusan tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 48 mm dan durasi sekitar 573 detik. Laporan disusun oleh petugas pengamat Deny Mardiono, A.Md..
Baca juga: Gunung Anak Krakatau kembali erupsi
Hingga erupsi ini, Gunung Anak Krakatau sudah tiga kali erupsi pada 28 Oktober 2026. Sepanjang tujuh hari terakhir tercatat tiga kali erupsi, menurut data MAGMA Indonesia yang dihimpun Mitigasi.com.
Saat ini Gunung Anak Krakatau berstatus Level III (Siaga).
Rekomendasi PVMBG menyebutkan, masyarakat di sekitar Gunungapi Anak Krakatau dan pengunjung/wisatawan/pendaki tidak diperbolehkan memasuki dan melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 5 km dari pusat erupsi Anak Krakatau.
Masyarakat di sekitar Gunungapi Anak Krakatau dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan memasuki dan melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 1 km dari pulau baru di sektor barat laut dan tenggara Gunungapi Anak Krakatau.
Meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bahaya lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, dan potensi erupsi sekunder yang ditimbulkan oleh kontak panas lava, baik dengan air laut maupun air hujan dalam radius 5 km dari pusat erupsi Anak Krakatau.
Warga di sekitar gunung diingatkan untuk menyiapkan masker dan pelindung mata, menutup sumber air terbuka bila hujan abu turun, dan hanya mengikuti arahan resmi dari Badan Geologi serta BPBD.
Untuk media
Rilis ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan menyebut Mitigasi.com sebagai sumber dan menautkan ke halaman ini. Angka diambil dari data resmi PVMBG Badan Geologi; periksa pembaruan terakhir di halaman data sebelum terbit. Kontak redaksi: [email protected].