Lewati ke konten
🟢 Level I – Normal Tidak ada gejala peningkatan aktivitas. Kegiatan masyarakat berjalan normal. Status berubah: 19 Oct 2026, 16:17 WITA

⚠️ Rekomendasi PVMBG

Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak turun ke dasar kawah, dan hanya dapat beraktivitas di sepanjang bibir kawah dengan waktu yang tidak terlalu lama, terkait dengan potensi bahaya gas vulkanik konsentrasi tinggi

📋 Laporan Terbaru

Laporan per 24 jam, tanggal 2026-10-18 pukul 00:00-24:00 WIB · Diyan Muharomidin, A.Md.

👁️ Pengamatan Visual

Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Asap kawah nihil.

🌦️ Klimatologi

Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah hingga sedang ke arah utara, barat dan barat laut. Suhu udara sekitar 20-36°C.

📈 Kegempaan

  • 1 kali gempa Tornillo dengan amplitudo 1.5 mm, dan lama gempa 75 detik.
  • 1 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 6.5 mm, S-P 2 detik dan lama gempa 15 detik.
  • 1 kali gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo 5 mm, S-P 6 detik dan lama gempa 39 detik.
  • 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 1.5 mm, S-P 12 detik dan lama gempa 244 detik.

📷 Foto Pengamatan

Foto visual Gunung Ciremai

Foto dari laporan pengamatan PVMBG periode terakhir.

Lokasi
Cirebon, Kuningan, Majalengka, Jawa Barat
Kota terdekat
Kuningan
Ketinggian
3.078 mdpl
Koordinat
-6.8920000, 108.4000000

🎥 CCTV Pos Pengamatan

Gunung Ciremai belum memiliki CCTV publik di MAGMA.

📊 Grafik Kegempaan 14 Hari

Jumlah gempa per hari menurut jenis, dihimpun dari laporan PVMBG yang tersimpan sejak fitur ini aktif. Ini rekap laporan, bukan rekaman seismogram mentah.

Lihat tabel data
TanggalVulkanik DalamTektonik LokalTektonik JauhLainnya
19 Oct0000
18 Oct1111
17 Oct0000
16 Oct0000
15 Oct0000
14 Oct0000
13 Oct0000
12 Oct0000
11 Oct0000
10 Oct0000
09 Oct0000
08 Oct0000
07 Oct0000
06 Oct0000

🛰️ Citra Satelit

Pilih layer di pojok kanan atas peta. Citra harian bisa tertutup awan.

🗂️ Laporan Sebelumnya

Belum ada laporan sebelumnya.

📜 Riwayat Level

Belum ada perubahan level tercatat sejak pemantauan dimulai.

Laporan resmi di MAGMA Indonesia →