Lewati ke konten
Erupsi gunung api

Sehari 8 kali erupsi, Gunung Semeru semburkan abu 700 meter

Waktu baca 2 menit
Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Malang, Jawa Timur. (Mitigasi.com/data PVMBG)
Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Malang, Jawa Timur. (Mitigasi.com/data PVMBG)

Surabaya (Mitigasi.com) - Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Malang, Jawa Timur, erupsi pada Sabtu (24/10) dini hari pukul 03.18 WIB, berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Semeru yang dirilis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi.

Tinggi kolom abu teramati sekitar 700 meter di atas puncak atau sekitar 4.376 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dan berintensitas tebal itu mengarah ke tenggara.

Seismogram di pos pengamatan merekam letusan itu dengan amplitudo maksimum 25 mm dan durasi sekitar 137 detik. Laporan disusun oleh petugas pengamat Agastya Rajendra.

Baca juga: Gunung Semeru kembali erupsi

Erupsi ini merupakan yang ke-8 dalam 24 jam terakhir, dengan total 15 kali erupsi selama sepekan, menurut data MAGMA Indonesia yang dihimpun Mitigasi.com.

Gunung Semeru masih berada pada status Level III (Siaga).

Rekomendasi PVMBG menyebutkan, tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

Tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Mitigasi.com mengimbau masyarakat menyiapkan masker dan pelindung mata bila terjadi hujan abu, serta hanya mengikuti informasi dari Badan Geologi, BPBD, dan pemerintah daerah setempat.

Pantau aktivitas gunung api
Penulis: Redaksi Mitigasi.com
Sumber data: PVMBG Badan Geologi

Untuk media

Rilis ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan menyebut Mitigasi.com sebagai sumber dan menautkan ke halaman ini. Angka diambil dari data resmi PVMBG Badan Geologi; periksa pembaruan terakhir di halaman data sebelum terbit.