Lewati ke konten
Erupsi gunung api

Sehari 5 kali erupsi, Gunung Ibu semburkan abu 400 meter

Waktu baca 1 menit
Foto erupsi Gunung Ibu, 8 November 2026 pukul 15.55 WIT. (Foto: PVMBG/Mitigasi.com)
Foto erupsi Gunung Ibu, 8 November 2026 pukul 15.55 WIT. (Foto: PVMBG/Mitigasi.com)

Ternate (Mitigasi.com) - Erupsi kembali terjadi di Gunung Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, pada Minggu (8/11) sore pukul 15.55 WIT, sebagaimana dilaporkan Pos Pengamatan Gunung Ibu kepada Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Tinggi kolom abu teramati sekitar 400 meter di atas puncak atau sekitar 1.725 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna kelabu dan berintensitas tebal itu mengarah ke timur laut.

Seismogram di pos pengamatan merekam letusan itu dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi sekitar 63 detik. Laporan disusun oleh petugas pengamat M. Richard Chaniago.

Baca juga: Erupsi Gunung Ibu lontarkan kolom abu 400 meter

Erupsi ini merupakan yang ke-5 pada 8 November 2026, dengan total 63 kali erupsi dalam tujuh hari terakhir, menurut data MAGMA Indonesia yang dihimpun Mitigasi.com.

Saat ini Gunung Ibu berstatus Level II (Waspada).

Rekomendasi PVMBG menyebutkan, masyarakat di sekitar Gunung Ibu dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 2 km dan perluasan sektoral berjarak 3.5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif Gunung Ibu.

Jika terjadi hujan abu, masyarakat yang beraktivitas di luar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung hidung, mulut (masker) dan mata (kacamata).

Mitigasi.com mengimbau masyarakat menyiapkan masker dan pelindung mata bila terjadi hujan abu, serta hanya mengikuti informasi dari Badan Geologi, BPBD, dan pemerintah daerah setempat.

Pantau aktivitas gunung api
Penulis: Redaksi Mitigasi.com
Sumber data: PVMBG Badan Geologi

Untuk media

Rilis ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan menyebut Mitigasi.com sebagai sumber dan menautkan ke halaman ini. Angka diambil dari data resmi PVMBG Badan Geologi; periksa pembaruan terakhir di halaman data sebelum terbit. Kontak redaksi: [email protected].