Sehari 3 kali erupsi, Gunung Semeru semburkan abu 100 meter
Surabaya (Mitigasi.com) - Erupsi kembali terjadi di Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Malang, Jawa Timur, pada Sabtu (7/11) pagi pukul 08.09 WIB, sebagaimana dilaporkan Pos Pengamatan Gunung Semeru kepada Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Kolom abu membubung sekitar 100 meter dari puncak atau sekitar 3.776 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna kelabu dan berintensitas tebal itu mengarah ke tenggara.
Letusan tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi sekitar 285 detik. Laporan disusun oleh petugas pengamat Fuaad Asfara Mahendra.
Baca juga: Gunung Semeru kembali erupsi
Erupsi ini merupakan yang ke-3 pada 7 November 2026, dengan total 37 kali erupsi dalam tujuh hari terakhir, menurut data MAGMA Indonesia yang dihimpun Mitigasi.com.
Gunung Semeru masih berada pada status Level III (Siaga).
Dalam rekomendasinya, PVMBG menyampaikan tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
Tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
Mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
Mitigasi.com mengimbau masyarakat menyiapkan masker dan pelindung mata bila terjadi hujan abu, serta hanya mengikuti informasi dari Badan Geologi, BPBD, dan pemerintah daerah setempat.
Untuk media
Rilis ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan menyebut Mitigasi.com sebagai sumber dan menautkan ke halaman ini. Angka diambil dari data resmi PVMBG Badan Geologi; periksa pembaruan terakhir di halaman data sebelum terbit. Kontak redaksi: [email protected].