Lewati ke konten
Erupsi gunung api

Sehari 3 kali erupsi, Gunung Karangetang semburkan abu 700 meter

Waktu baca 2 menit Diperbarui 16:18 WITA
Foto erupsi Gunung Karangetang, 26 Oktober 2026 pukul 12.41 WITA. (Foto: PVMBG/Mitigasi.com)
Foto erupsi Gunung Karangetang, 26 Oktober 2026 pukul 12.41 WITA. (Foto: PVMBG/Mitigasi.com)

Manado (Mitigasi.com) - Erupsi kembali terjadi di Gunung Karangetang, Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, pada Senin (26/10) siang pukul 12.41 WITA, sebagaimana dilaporkan Pos Pengamatan Gunung Karangetang kepada Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Tinggi kolom abu teramati sekitar 700 meter di atas puncak atau sekitar 2.484 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dan berintensitas tebal itu mengarah ke barat.

Letusan tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 50 mm dan durasi sekitar 82 detik. Laporan disusun oleh petugas pengamat Dewa Putu Pastika.

Baca juga: Gempa M4,3 dirasakan warga Kepulauan Talaud

Erupsi ini merupakan yang ke-3 pada 26 Oktober 2026, dengan total sepuluh kali erupsi dalam tujuh hari terakhir, menurut data MAGMA Indonesia yang dihimpun Mitigasi.com.

Saat ini Gunung Karangetang berstatus Level II (Waspada).

Rekomendasi PVMBG menyebutkan, (1) Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak mendekati, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 1.5 km dari puncak Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (selatan) serta area perluasan sektoral ke arah selatan barat daya sejauh 2.5 km. (2) Mewaspadai guguran lava dan awan panas guguran yang dapat terjadi sewaktu-waktu dari penumpukan material lava sebelumnya karena kondisinya belum stabil dan mudah runtuh, terutama kesektor selatan, tenggara, barat dan barat daya. (3) Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai.

Mitigasi.com mengimbau masyarakat menyiapkan masker dan pelindung mata bila terjadi hujan abu, serta hanya mengikuti informasi dari Badan Geologi, BPBD, dan pemerintah daerah setempat.

Pantau aktivitas gunung api
Penulis: Redaksi Mitigasi.com
Sumber data: PVMBG Badan Geologi

Untuk media

Rilis ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan menyebut Mitigasi.com sebagai sumber dan menautkan ke halaman ini. Angka diambil dari data resmi PVMBG Badan Geologi; periksa pembaruan terakhir di halaman data sebelum terbit. Kontak redaksi: [email protected].