Lewati ke konten
Erupsi gunung api

Sehari 3 kali erupsi, Gunung Karangetang semburkan abu 1.000 meter

Waktu baca 2 menit Diperbarui 19:10 WITA
Foto erupsi Gunung Karangetang, 27 Oktober 2026 pukul 17.26 WITA. (Foto: PVMBG/Mitigasi.com)
Foto erupsi Gunung Karangetang, 27 Oktober 2026 pukul 17.26 WITA. (Foto: PVMBG/Mitigasi.com)

Manado (Mitigasi.com) - Gunung Karangetang di Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, erupsi pada Selasa (27/10) sore pukul 17.26 WITA, berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Karangetang yang dirilis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi.

Kolom abu membubung sekitar 1.000 meter dari puncak atau sekitar 2.784 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna kelabu dan berintensitas tebal itu mengarah ke barat daya.

Letusan tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 50 mm dan durasi sekitar 75 detik. Laporan disusun oleh petugas pengamat Dewa Putu Pastika.

Baca juga: BMKG keluarkan peringatan Waspada hujan lebat disertai petir di Sulawesi Utara

Erupsi ini merupakan yang ke-3 pada 27 Oktober 2026, dengan total 14 kali erupsi dalam tujuh hari terakhir, menurut data MAGMA Indonesia yang dihimpun Mitigasi.com.

Saat ini Gunung Karangetang berstatus Level II (Waspada).

Dalam rekomendasinya, PVMBG menyampaikan (1) Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak mendekati, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 1.5 km dari puncak Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (selatan) serta area perluasan sektoral ke arah selatan barat daya sejauh 2.5 km. (2) Mewaspadai guguran lava dan awan panas guguran yang dapat terjadi sewaktu-waktu dari penumpukan material lava sebelumnya karena kondisinya belum stabil dan mudah runtuh, terutama kesektor selatan, tenggara, barat dan barat daya. (3) Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai.

Mitigasi.com mengimbau masyarakat menyiapkan masker dan pelindung mata bila terjadi hujan abu, serta hanya mengikuti informasi dari Badan Geologi, BPBD, dan pemerintah daerah setempat.

Pantau aktivitas gunung api
Penulis: Redaksi Mitigasi.com
Sumber data: PVMBG Badan Geologi

Untuk media

Rilis ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan menyebut Mitigasi.com sebagai sumber dan menautkan ke halaman ini. Angka diambil dari data resmi PVMBG Badan Geologi; periksa pembaruan terakhir di halaman data sebelum terbit. Kontak redaksi: [email protected].