Lewati ke konten
Erupsi gunung api

Sehari 3 kali erupsi, Gunung Dukono semburkan abu 2.000 meter

Waktu baca 1 menit Diperbarui 08:12 WITA
Foto erupsi Gunung Dukono, 7 November 2026 pukul 17.02 WIT. (Foto: PVMBG/Mitigasi.com)
Foto erupsi Gunung Dukono, 7 November 2026 pukul 17.02 WIT. (Foto: PVMBG/Mitigasi.com)

Ternate (Mitigasi.com) - Erupsi kembali terjadi di Gunung Dukono, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, pada Sabtu (7/11) sore pukul 17.02 WIT, sebagaimana dilaporkan Pos Pengamatan Gunung Dukono kepada Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Tinggi kolom abu teramati sekitar 2.000 meter di atas puncak atau sekitar 3.087 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dan berintensitas tebal itu mengarah ke utara.

Erupsi ini merupakan yang ke-3 pada 7 November 2026, dengan total sembilan kali erupsi dalam tujuh hari terakhir, menurut data MAGMA Indonesia yang dihimpun Mitigasi.com.

Baca juga: Erupsi Gunung Ibu lontarkan kolom abu 400 meter

Saat ini Gunung Dukono berstatus Level II (Waspada).

Rekomendasi PVMBG menyebutkan, (1)Masyarakat di sekitar Gunung Dukono dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 4 km. (2)Mengingat letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area landaan abunya tidak tetap, maka direkomendasikan agar masyarakat di sekitar Gunung Dukono untuk selalu menyediakan masker/penutup hidung dan mulut untuk digunakan pada saat dibutuhkan guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.

Mitigasi.com mengimbau masyarakat menyiapkan masker dan pelindung mata bila terjadi hujan abu, serta hanya mengikuti informasi dari Badan Geologi, BPBD, dan pemerintah daerah setempat.

Pantau aktivitas gunung api
Penulis: Redaksi Mitigasi.com
Sumber data: PVMBG Badan Geologi

Untuk media

Rilis ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan menyebut Mitigasi.com sebagai sumber dan menautkan ke halaman ini. Angka diambil dari data resmi PVMBG Badan Geologi; periksa pembaruan terakhir di halaman data sebelum terbit. Kontak redaksi: [email protected].