Gunung Semeru kembali erupsi
Surabaya (Mitigasi.com) - Pos Pengamatan Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Malang, Jawa Timur melaporkan terjadinya erupsi pada Senin (26/10) pagi pukul 06.37 WIB, menurut informasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi.
Tinggi kolom abu tidak teramati.
Letusan tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 11 mm dan durasi sekitar 81 detik. Laporan disusun oleh petugas pengamat Agastya Rajendra.
Baca juga: Gunung Semeru kembali erupsi
Hingga erupsi ini, Gunung Semeru sudah dua kali erupsi pada 26 Oktober 2026. Sepanjang tujuh hari terakhir tercatat 26 kali erupsi, menurut data MAGMA Indonesia yang dihimpun Mitigasi.com.
Gunung Semeru masih berada pada status Level III (Siaga).
Rekomendasi PVMBG menyebutkan, tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
Tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
Mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
Warga di sekitar gunung diingatkan untuk menyiapkan masker dan pelindung mata, menutup sumber air terbuka bila hujan abu turun, dan hanya mengikuti arahan resmi dari Badan Geologi serta BPBD.
Untuk media
Rilis ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan menyebut Mitigasi.com sebagai sumber dan menautkan ke halaman ini. Angka diambil dari data resmi PVMBG Badan Geologi; periksa pembaruan terakhir di halaman data sebelum terbit. Kontak redaksi: [email protected].