Lewati ke konten
Erupsi gunung api

Gunung Semeru kembali erupsi

Waktu baca 2 menit
Peta lokasi Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Malang, Jawa Timur. (Mitigasi.com/data PVMBG)
Peta lokasi Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Malang, Jawa Timur. (Mitigasi.com/data PVMBG)

Surabaya (Mitigasi.com) - Erupsi kembali terjadi di Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Malang, Jawa Timur, pada Rabu (28/10) sore pukul 16.47 WIB, sebagaimana dilaporkan Pos Pengamatan Gunung Semeru kepada Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Tinggi kolom abu tidak teramati.

Letusan tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 25 mm dan durasi sekitar 135 detik. Laporan disusun oleh petugas pengamat Sigit Rian Alfian.

Baca juga: Waspada hujan lebat disertai petir di Jawa Timur hingga pukul 18.30 WIB

Hingga erupsi ini, Gunung Semeru sudah empat kali erupsi pada 28 Oktober 2026. Sepanjang tujuh hari terakhir tercatat 44 kali erupsi, menurut data MAGMA Indonesia yang dihimpun Mitigasi.com.

Saat ini Gunung Semeru berstatus Level III (Siaga).

Dalam rekomendasinya, PVMBG menyampaikan tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

Tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Warga di sekitar gunung diingatkan untuk menyiapkan masker dan pelindung mata, menutup sumber air terbuka bila hujan abu turun, dan hanya mengikuti arahan resmi dari Badan Geologi serta BPBD.

Pantau aktivitas gunung api
Penulis: Redaksi Mitigasi.com
Sumber data: PVMBG Badan Geologi

Untuk media

Rilis ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan menyebut Mitigasi.com sebagai sumber dan menautkan ke halaman ini. Angka diambil dari data resmi PVMBG Badan Geologi; periksa pembaruan terakhir di halaman data sebelum terbit. Kontak redaksi: [email protected].