Lewati ke konten
Erupsi gunung api

Gunung Karangetang kembali erupsi

Waktu baca 2 menit
Foto erupsi Gunung Karangetang, 26 Oktober 2026 pukul 21.52 WITA. (Foto: PVMBG/Mitigasi.com)
Foto erupsi Gunung Karangetang, 26 Oktober 2026 pukul 21.52 WITA. (Foto: PVMBG/Mitigasi.com)

Manado (Mitigasi.com) - Gunung Karangetang di Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, erupsi pada Senin (26/10) malam pukul 21.52 WITA, berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Karangetang yang dirilis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi.

Tinggi kolom abu tidak teramati.

Letusan tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 50 mm dan durasi sekitar 108 detik. Laporan disusun oleh petugas pengamat Dewa Putu Pastika.

Baca juga: Sehari 11 kali erupsi, Gunung Ibu semburkan abu 400 meter

Hingga erupsi ini, Gunung Karangetang sudah empat kali erupsi pada 26 Oktober 2026. Sepanjang tujuh hari terakhir tercatat 11 kali erupsi, menurut data MAGMA Indonesia yang dihimpun Mitigasi.com.

Gunung Karangetang masih berada pada status Level II (Waspada).

Dalam rekomendasinya, PVMBG menyampaikan (1) Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak mendekati, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 1.5 km dari puncak Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (selatan) serta area perluasan sektoral ke arah selatan barat daya sejauh 2.5 km. (2) Mewaspadai guguran lava dan awan panas guguran yang dapat terjadi sewaktu-waktu dari penumpukan material lava sebelumnya karena kondisinya belum stabil dan mudah runtuh, terutama kesektor selatan, tenggara, barat dan barat daya. (3) Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai.

Warga di sekitar gunung diingatkan untuk menyiapkan masker dan pelindung mata, menutup sumber air terbuka bila hujan abu turun, dan hanya mengikuti arahan resmi dari Badan Geologi serta BPBD.

Pantau aktivitas gunung api
Penulis: Redaksi Mitigasi.com
Sumber data: PVMBG Badan Geologi

Untuk media

Rilis ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan menyebut Mitigasi.com sebagai sumber dan menautkan ke halaman ini. Angka diambil dari data resmi PVMBG Badan Geologi; periksa pembaruan terakhir di halaman data sebelum terbit. Kontak redaksi: [email protected].