Lewati ke konten
Erupsi gunung api

Gunung Ibu erupsi 3 kali dalam sehari, abu capai 400 meter

Waktu baca 1 menit
Foto erupsi Gunung Ibu, 3 November 2026 pukul 09.25 WIT. (Foto: PVMBG/Mitigasi.com)
Foto erupsi Gunung Ibu, 3 November 2026 pukul 09.25 WIT. (Foto: PVMBG/Mitigasi.com)

Ternate (Mitigasi.com) - Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, erupsi pada Selasa (3/11) pagi pukul 09.25 WIT, berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Ibu yang dirilis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi.

Kolom abu membubung sekitar 400 meter dari puncak atau sekitar 1.725 meter di atas permukaan laut. Abu berwarna kelabu dengan intensitas sedang, condong ke arah barat.

Seismogram di pos pengamatan merekam letusan itu dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi sekitar 35 detik. Laporan disusun oleh petugas pengamat Darsono Haji Muhammad Nur.

Baca juga: Gunung Dukono kembali erupsi

Hingga erupsi ini, Gunung Ibu sudah tiga kali erupsi pada 3 November 2026. Sepanjang tujuh hari terakhir tercatat 55 kali erupsi, menurut data MAGMA Indonesia yang dihimpun Mitigasi.com.

Saat ini Gunung Ibu berstatus Level II (Waspada).

Dalam rekomendasinya, PVMBG menyampaikan masyarakat di sekitar Gunung Ibu dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 2 km dan perluasan sektoral berjarak 3.5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif Gunung Ibu.

Jika terjadi hujan abu, masyarakat yang beraktivitas di luar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung hidung, mulut (masker) dan mata (kacamata).

Warga di sekitar gunung diingatkan untuk menyiapkan masker dan pelindung mata, menutup sumber air terbuka bila hujan abu turun, dan hanya mengikuti arahan resmi dari Badan Geologi serta BPBD.

Pantau aktivitas gunung api
Penulis: Redaksi Mitigasi.com
Sumber data: PVMBG Badan Geologi

Untuk media

Rilis ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan menyebut Mitigasi.com sebagai sumber dan menautkan ke halaman ini. Angka diambil dari data resmi PVMBG Badan Geologi; periksa pembaruan terakhir di halaman data sebelum terbit. Kontak redaksi: [email protected].