Gunung Anak Krakatau kembali erupsi
Bandarlampung (Mitigasi.com) - Gunung Anak Krakatau di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, erupsi pada Sabtu (31/10) malam pukul 18.30 WIB, berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau yang dirilis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi.
Tinggi kolom abu tidak teramati.
Seismogram di pos pengamatan merekam letusan itu dengan amplitudo maksimum 0 mm. Laporan disusun oleh petugas pengamat Muhammad Dika Nurzaman.
Baca juga: Gunung Anak Krakatau kembali erupsi
Data MAGMA Indonesia yang dihimpun Mitigasi.com mencatat enam kali erupsi Gunung Anak Krakatau dalam tujuh hari terakhir.
Gunung Anak Krakatau masih berada pada status Level III (Siaga).
Rekomendasi PVMBG menyebutkan, masyarakat di sekitar Gunungapi Anak Krakatau dan pengunjung/wisatawan/pendaki tidak diperbolehkan memasuki dan melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 5 km dari pusat erupsi Anak Krakatau.
Masyarakat di sekitar Gunungapi Anak Krakatau dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan memasuki dan melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 1 km dari pulau baru di sektor barat laut dan tenggara Gunungapi Anak Krakatau.
Meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bahaya lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, dan potensi erupsi sekunder yang ditimbulkan oleh kontak panas lava, baik dengan air laut maupun air hujan dalam radius 5 km dari pusat erupsi Anak Krakatau.
Mitigasi.com mengimbau masyarakat menyiapkan masker dan pelindung mata bila terjadi hujan abu, serta hanya mengikuti informasi dari Badan Geologi, BPBD, dan pemerintah daerah setempat.
Untuk media
Rilis ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan menyebut Mitigasi.com sebagai sumber dan menautkan ke halaman ini. Angka diambil dari data resmi PVMBG Badan Geologi; periksa pembaruan terakhir di halaman data sebelum terbit. Kontak redaksi: [email protected].