Gunung Anak Krakatau kembali erupsi
Bandarlampung (Mitigasi.com) - Erupsi kembali terjadi di Gunung Anak Krakatau, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, pada Kamis (29/10) malam pukul 21.44 WIB, sebagaimana dilaporkan Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau kepada Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Tinggi kolom abu tidak teramati.
Seismogram di pos pengamatan merekam letusan itu dengan amplitudo maksimum 43 mm dan durasi sekitar 366 detik. Laporan disusun oleh petugas pengamat Deny Mardiono, A.Md..
Baca juga: Waspada hujan lebat disertai petir di Lampung hingga pukul 23.20 WIB
Data MAGMA Indonesia yang dihimpun Mitigasi.com mencatat empat kali erupsi Gunung Anak Krakatau dalam tujuh hari terakhir.
Gunung Anak Krakatau masih berada pada status Level III (Siaga).
Dalam rekomendasinya, PVMBG menyampaikan masyarakat di sekitar Gunungapi Anak Krakatau dan pengunjung/wisatawan/pendaki tidak diperbolehkan memasuki dan melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 5 km dari pusat erupsi Anak Krakatau.
Masyarakat di sekitar Gunungapi Anak Krakatau dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan memasuki dan melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 1 km dari pulau baru di sektor barat laut dan tenggara Gunungapi Anak Krakatau.
Meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bahaya lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, dan potensi erupsi sekunder yang ditimbulkan oleh kontak panas lava, baik dengan air laut maupun air hujan dalam radius 5 km dari pusat erupsi Anak Krakatau.
Mitigasi.com mengimbau masyarakat menyiapkan masker dan pelindung mata bila terjadi hujan abu, serta hanya mengikuti informasi dari Badan Geologi, BPBD, dan pemerintah daerah setempat.
Untuk media
Rilis ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan menyebut Mitigasi.com sebagai sumber dan menautkan ke halaman ini. Angka diambil dari data resmi PVMBG Badan Geologi; periksa pembaruan terakhir di halaman data sebelum terbit. Kontak redaksi: [email protected].