Lewati ke konten
Gempa bumi

Gempa magnitudo 5,3 guncang Labuan Bajo, berpotensi tsunami

Waktu baca 1 menit Diperbarui 11:54 WITA
Peta pusat gempa magnitudo 5,3 di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. (Mitigasi.com/data BMKG)
Peta pusat gempa magnitudo 5,3 di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. (Mitigasi.com/data BMKG)

Kupang (Mitigasi.com) - Gempa bumi bermagnitudo 5,3 mengguncang wilayah Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (18/10) pukul 16.00 WITA, berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Pusat gempa berada di laut, sekitar 60 kilometer arah timur laut Labuan Bajo, pada koordinat 8,09 derajat Lintang Selatan dan 120,26 derajat Bujur Timur, dengan kedalaman 10 kilometer. Dengan kedalaman tersebut, gempa ini tergolong gempa dangkal.

BMKG menyatakan gempa ini berpotensi tsunami. Masyarakat di wilayah pesisir diminta segera menjauhi pantai menuju tempat yang lebih tinggi dan mengikuti arahan BPBD setempat hingga peringatan dini tsunami resmi diakhiri BMKG.

Baca juga: Gempa magnitudo 3,2 dirasakan di Nagekeo

Guncangan gempa dirasakan dengan intensitas IV-V MMI di Kabupaten Manggarai; III MMI di Kabupaten Manggarai Barat; II-III MMI di Kabupaten Bima dan Kota Bima. Pada skala IV-V MMI, getaran dirasakan hampir semua penduduk, dapat membangunkan orang tidur dan menjatuhkan benda kecil.

Hingga rilis ini diperbarui, data BMKG mencatat 44 gempa lain dengan pusat berdekatan dalam 24 jam setelah gempa tersebut, dengan magnitudo terbesar 4,1.

Data yang dihimpun Mitigasi.com menunjukkan, dalam 30 hari sebelumnya tercatat 430 gempa lain dalam radius sekitar 100 kilometer dari pusat gempa ini. Gempa terkuat di antaranya bermagnitudo 5,3 pada 21 September 2026.

Mitigasi.com mengingatkan masyarakat pesisir agar tidak kembali ke pantai sebelum ada pengumuman resmi pengakhiran peringatan dini tsunami dari BMKG, serta tetap mewaspadai gempa susulan.

Baca juga: Gempa magnitudo 3,3 dirasakan di Sumba Barat Daya

Baca juga: Gempa magnitudo 3,4 dirasakan di Kaimana

Data lengkap gempa ini
Penulis: Redaksi Mitigasi.com
Sumber data: BMKG

Untuk media

Rilis ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan menyebut Mitigasi.com sebagai sumber dan menautkan ke halaman ini. Angka diambil dari data resmi BMKG; periksa pembaruan terakhir di halaman data sebelum terbit.