Prediksi Gempa 50 Detik Lebih Cepat

Ajak orang terdekat memahami keadaan Bumi kita
Sebarkan ke
Kondisi Bandara Sendai setelah dihantam tsunami. (U.S. Air Force photo/Staff Sgt. Samuel Morse)

Dengan 50 detik warga bisa berlari menuju tempat aman sebelum gempa terjadi! Lebih banyak nyawa terselamatkan.

Kembali ke tahun 2011… di Tohoku, Jepang

Dua menit setelah lempeng tektonik terbesar di dunia bergetar di lepas pantai Jepang, badan meteorologi setempat mengeluarkan peringatan kepada 50 juta penduduk: Gempa bumi berkekuatan 8,1 skala Richter memicu tsunami.

Beberapa jam setelah tsunami menghantam para ahli mengeluarkan ukuran gempa sesugguhnya pada 11 Mei 2011 yakni 9 skala Richter!

Setidaknya 18.000 orang meninggal saat itu karena tsunami juga menghantam wilayah yang diperkirakan aman berdasarkan gempa 8,1 skala Richter.

Sekarang ilmuwan menemukan cara baru mengukur besar gempa lebih cepat dan akurat dengan bantuan algoritma komputer. Caranya dengan mengidentifikasi gelombang gravitasi yang dihasilkan dari pergeseran, patahan atau tabrakan lempeng. Gelombang gravitasi tersebut bergerak sangat cepat sehingga bisa dianalisa lebih cepat pula.

Saat ini mendeteksi gempa adalah dengan memantau getaran tanah atau gelombang seismik dengan Seismometer. Gelombang seismik bergerak kurang dari 6 kilometer per-detik. Jika gempa dibawah 7 skala Richter peringatan dini bisa dikeluarkan beberapa menit kemudian. Namun jika lebih dari 7 skala Richter menjadi lebih sulit, ini terjadi di Tohoku kala itu.

Ketika benda bermasa besar bergerak menciptakan riak dalam ruang dan waktu yang disebut gelombang gravitasi. Gelombang ini bergerak sangat cepat mendekati kecepatan cahaya. Dengan memanfaatkannya ilmuwan bisa menggunakannya untuk memperhitungkan gempa.

Selama ini gelombang gravitasi tersebut terekam seismometer hanya saja tidak disadari oleh para ilmuwan.

Dengan mengukur gelombang gravitasi saat sebelum terjadi gempa dan sesaat setelah gempa ilmuwan meyimpulkan bahwa mereka dapat membuat sistem peringatan dini gempa jenis baru.

Namun teknologi algoritma tersebut belum digunakan secara umum. Belum memproses data real dari seismometer yang ada. Ilmuwan masih memperhitungkannya dengan data simulasi. Tujuannya untuk melatih algoritma komputer sampai benar-benar siap digunakan.

Hasilnya ilmuwan mampu memprediksi gempa 50 detik lebih cepat dari sistem peringatan dini yang ada saat ini.

Ajak orang terdekat memahami keadaan Bumi kita
Sebarkan ke

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.