Paradoks Aerosol

Ajak orang terdekat memahami keadaan Bumi kita
Sebarkan ke
Truk ditngah badai tropis. Kredit: Mark Felix/AFP via Getty Images

Lonjakan jumlah gas penyebab efek rumah kaca mengintensifkan badai mematikan, kemarau panjang dan gelombang panas. Namun tahukah kamu bahwa mengurangi gas penyebab gas rumah kaca juga berpengaruh buruk? Sebut saja kejadian tersebut dengan “Paradoks Aerosol”.

Dalam penelitian NOAA yang diterbitkan di Science Advances menunjukkan penuruan jumlah aerosol memicu badai tropis diseluruh dunia. Lho kok bisa ya.

Aerosol sama dengan CO2 tapi lebih berbahaya karena lebih banyak memerangkap panas dan bisa juga menahan panas matahari yang masuk ke Bumi.

Sejak tahun 1980 sampai 2020 jumlah polusi aerosol berkurang sampai 50%. Karena berkurang panas matahari lebih leluasa masuk ke Bumi menyebabkan permukaan Samudra Atlantik memanas. Karena memanas memicu lebih banyak badai sampai 33% lebih banyak selama 40 tahun terakhir.

Berikut video simulasinya berdasarkan fakta yang ada

Dengan hasil penelitian tersebut membantu masyarkat memprediksiĀ  kapan dan dimana badai akan terjadi. Dengan begitu masyarkat lebih siap menghadapi bencana badai.

Apakah dengan berkurangnya gas CO2 melalui program Net Zero juga memicu bencana lain?

Ajak orang terdekat memahami keadaan Bumi kita
Sebarkan ke

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.